Rencana Damai Perang Ukraina Dekati Kesepakatan, Jaminan Keamanan Masih Diperdebatkan
Poin Penting
- AS menyebut ada kemajuan berarti dalam penyusunan rencana damai, namun belum ada kesepakatan mengenai bagaimana menjamin keamanan Ukraina dari ancaman Rusia.
- Eropa masuk dengan draf tandingan yang menolak pembatasan militer Kyiv dan menuntut negosiasi teritorial dimulai dari garis depan saat ini.
- AS dan Ukraina mempertimbangkan pertemuan Zelenskyy–Trump di AS untuk membahas isu-isu paling sensitif, termasuk wilayah.
- Rencana AS yang memuat banyak tuntutan Rusia muncul saat Ukraina menghadapi tekanan militer, energi, dan politik di dalam negeri.
JENEWA, investortrust.id - Amerika Serikat menyebutkan telah mencapai kemajuan signifikan dalam menyusun rencana untuk mengakhiri perang di Ukraina. Namun, belum ada kesepakatan mengenai bagaimana menjamin keamanan Kyiv di tengah kekhawatiran atas ancaman Rusia.
Baca Juga
Trump–Putin Gagal Capai Kesepakatan Damai Ukraina, tapi Klaim Pertemuan “Produktif”
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio memimpin pembicaraan di Jenewa bersama delegasi Ukraina tingkat tinggi setelah Kyiv dan sekutunya menyuarakan kekhawatiran atas rencana yang didukung AS karena dianggap memberikan konsesi besar kepada Rusia dan mendesak perubahan.
Rubio mengatakan masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan terkait sejumlah pertanyaan, termasuk peran NATO dan jaminan keamanan bagi Ukraina, tetapi timnya telah mempersempit isu-isu yang belum terselesaikan dalam rencana perdamaian 28 poin yang diusung Presiden Donald Trump.
“Dan hari ini kami mencapai itu dengan cara yang sangat substansial,” kata Rubio kepada wartawan di misi AS di Jenewa, Minggu (23/11/2025), seperti dikutip Reuters.
Sebelumnya, Trump mengatakan Ukraina tidak menunjukkan rasa terima kasih atas upaya AS selama perang, mendorong pejabat Ukraina menegaskan rasa terima kasih mereka kepada presiden AS atas dukungannya.
Pejabat Eropa bergabung dalam pertemuan pada Minggu malam setelah menyusun versi revisi rencana AS yang menolak pembatasan terhadap angkatan bersenjata Kyiv serta wacana penyerahan wilayah.
Rencana versi Eropa mengusulkan agar Ukraina memiliki kapasitas militer lebih besar dibandingkan versi AS, dan agar pembicaraan pertukaran wilayah dimulai dari garis depan saat ini, bukan dari penafsiran mana saja yang dianggap wilayah Rusia.
Pada Jumat, Trump mengatakan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy memiliki waktu hingga Kamis untuk menyetujui rencana tersebut, yang meminta Ukraina menyerahkan wilayah, menerima pembatasan militer, dan meninggalkan ambisi bergabung dengan NATO.
Bagi banyak warga Ukraina, termasuk para prajurit di garis depan, syarat-syarat itu merupakan bentuk penyerahan setelah hampir empat tahun bertempur dalam konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II. Pada Sabtu, Trump menegaskan bahwa proposal saat ini bukanlah tawaran final.
Rubio mengatakan AS masih membutuhkan waktu untuk menyelesaikan isu-isu yang belum terpenuhi. Ia berharap kesepakatan dapat tercapai pada Kamis, tetapi mengakui kemungkinan prosesnya berlangsung lebih lama.
Pejabat AS dan Ukraina membahas kemungkinan Zelenskyy melakukan perjalanan ke Amerika Serikat, mungkin secepat pekan ini, untuk mendiskusikan rencana damai AS dengan Trump, kata dua sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut.
Salah satu sumber mengatakan pertemuan itu kemungkinan akan fokus pada isu-isu paling sensitif dalam rencana perdamaian, seperti masalah wilayah. Namun belum ada tanggal pasti.
Kontroversi
Pembicaraan utama antara pejabat AS dan Ukraina berlangsung dalam suasana tegang di misi AS tak lama setelah Trump mengeluh di Truth Social bahwa kepemimpinan Ukraina menunjukkan “nol rasa terima kasih” atas upaya AS, sementara Eropa tetap membeli minyak Rusia.
Rubio menghentikan diskusi untuk berbicara dengan wartawan, mengatakan pembicaraan tersebut mungkin yang terbaik sejak Trump kembali berkuasa.
Ia mengatakan akan ada perubahan pada rencana tersebut untuk mencapai solusi yang dapat diterima baik oleh Ukraina maupun AS.
“Tentu saja, ini pada akhirnya harus disetujui oleh presiden kami masing-masing, tetapi saya sangat yakin hal itu dapat tercapai mengingat kemajuan yang kami buat,” ujar Rubio.
Andriy Yermak, kepala delegasi Ukraina, dengan sangat hati-hati menyampaikan terima kasih kepada Trump atas komitmennya kepada Kyiv. Beberapa menit kemudian, Zelenskyy juga menyampaikan rasa terima kasihnya. Yermak tidak muncul kembali bersama Rubio setelah pembicaraan selesai.
Sejak rencana AS diumumkan, muncul kebingungan tentang siapa sebenarnya yang menyusunnya. Sekutu Eropa mengatakan mereka tidak diajak berkonsultasi.
Sebelum menuju Jenewa, Rubio menegaskan di X bahwa Washington adalah penyusun rencana tersebut, setelah sejumlah senator AS menyiratkan bahwa rencana itu bukan inisiatif resmi pemerintah.
Senator Independen Angus King dari Maine mengatakan Rubio memberi tahu senator lain bahwa rencana tersebut bukan posisi resmi pemerintahan, melainkan “pada dasarnya daftar keinginan Rusia.”
Momen Genting Ukraina
Draft rencana AS, yang mencakup banyak tuntutan utama Rusia dan hanya menawarkan jaminan samar mengenai “jaminan keamanan yang kuat” bagi Ukraina, datang pada saat yang sangat berbahaya bagi Kyiv.
Rusia meraih kemajuan di beberapa sektor garis depan, meski lambat dan sangat mahal dalam jumlah korban jiwa menurut pejabat Barat dan Ukraina.
Kota penghubung Pokrovsk sebagian telah direbut pasukan Rusia, dan para komandan Ukraina mengatakan mereka kekurangan pasukan untuk mencegah serangan kecil namun terus-menerus.
Fasilitas listrik dan gas Ukraina terus digempur serangan drone dan rudal, membuat jutaan warga tanpa air, pemanas, dan listrik selama berjam-jam setiap hari.
Zelenskyy juga menghadapi tekanan politik di dalam negeri setelah skandal korupsi besar melibatkan beberapa menteri dan lingkaran dekatnya.
Baca Juga
AS-Rusia Diam-diam Bikin Kesepakatan Damai, Ukraina Makin Terpojok?
Ia memperingatkan bahwa Ukraina berisiko kehilangan martabat dan kebebasan—atau bahkan dukungan Washington—akibat rencana AS tersebut.
Beberapa pekan terakhir, Kyiv mendapat harapan baru setelah AS memperketat sanksi terhadap sektor minyak Rusia, sumber pendanaan utama upaya perang, sementara serangan drone dan rudal jarak jauh Ukraina menimbulkan kerusakan besar pada industri tersebut.
Namun draft rencana damai ini tampaknya justru mengembalikan keunggulan diplomatik kepada Moskow. Ukraina sangat bergantung pada intelijen dan persenjataan AS untuk melanjutkan perang melawan Rusia.

