Saham Berjangka AS Melemah di Tengah Memudarnya Pamor ‘Magnificent-7’
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Kontrak berjangka saham Amerika Serikat bergerak tipis pada Minggu malam (14/12/2025) setelah sepekan perdagangan yang beragam di Wall Street. Telah terjadi rotasi besar-besaran keluar dari saham teknologi dan masuk ke sektor-sektor pasar dengan valuasi lebih rendah. Para pelaku pasar juga bersiap menghadapi rangkaian laporan data ekonomi AS yang akan dirilis pekan ini.
Baca Juga
Kontrak berjangka Dow Jones Industrial Average turun tipis. Kontrak berjangka yang terkait dengan S&P 500 melemah 0,1%, sementara kontrak berjangka Nasdaq-100 turun 0,2%.
Pergerakan tersebut terjadi setelah indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite terkoreksi pekan lalu, seiring saham Oracle dan Broadcom memimpin rotasi keluar dari sektor kecerdasan buatan. S&P 500 turun 0,6% sepanjang pekan lalu, sementara Nasdaq merosot 1,7%. Dow Jones, yang eksposurnya terhadap teknologi dan AI lebih kecil dibanding dua indeks lainnya, justru naik 1,1%.
Saham Oracle anjlok 12,7% sepanjang pekan, sementara Broadcom turun lebih dari 7%. Sektor teknologi dalam indeks S&P 500 melemah 2,3%.
“Magnificent-7 di S&P 500 mungkin akan menjadi kurang ‘magnificent’ pada 2026 karena persaingan sengit dalam perlombaan AI mulai menggerus monopoli yang selama ini mereka nikmati,” tulis Ed Yardeni, Presiden Yardeni Research, seperti dikutip CNBC. Pihak yang diuntungkan dari persaingan itu, menurut dia, kemungkinan adalah 493 saham lain di S&P 500.
Rilis data ekonomi diperkirakan akan menentukan arah pasar dalam sepekan ke depan.
Baca Juga
Data nonfarm payrolls November dijadwalkan dirilis pada Selasa, bersamaan dengan data penjualan ritel Oktober. Laporan-laporan tersebut sempat tertunda akibat penutupan pemerintahan AS yang terjadi pada musim gugur.
Sementara itu, indeks harga konsumen (CPI) November akan diumumkan pada Kamis.

