Investor Hati-hati, Wall Street Melorot Jelang Pertemuan The Fed
Poin Penting
- Pasar saham AS melemah menjelang keputusan suku bunga The Fed, dengan imbal hasil Treasury meningkat.
- Ekspektasi pemangkasan suku bunga 25 bps mencapai hampir 90%, mendorong reli saham dalam beberapa minggu terakhir.
- Jerome Powell diperkirakan menekankan ketergantungan pada data mengingat pelemahan pasar tenaga kerja.
- Saham teknologi mencuat, termasuk Broadcom, Confluent, dan Oracle.
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS melemah pada Senin waktu AS atau Selasa (9/12/2025) WIB. Investor menunggu pertemuan terakhir Federal Reserve tahun ini. Indeks S&P 500 turun 0,35% dan ditutup di 6.846,51, sedangkan Nasdaq Composite melemah 0,14% menjadi 23.545,90. Dow Jones Industrial Average merosot 215,67 poin atau 0,45% ke 47.739,32.
Baca Juga
Wall Street Menguat Setelah Rilis Data Inflasi AS, S&P 500 Naik 4 Hari Beruntun
Sentimen pasar tertekan oleh kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun, yang terus naik sepanjang bulan ini meskipun peluang pemangkasan suku bunga pekan ini semakin kuat. Investor masih cemas mengenai inflasi tahun depan dan apakah bank sentral mampu terus melonggarkan kebijakan.
Harapan pasar terhadap pemangkasan suku bunga kembali meningkat dalam beberapa pekan terakhir setelah The Fed memangkas suku bunga 25 bps pada September dan Oktober. Berdasarkan CME FedWatch, pasar memperkirakan sekitar 89% kemungkinan penurunan suku bunga pada rapat pekan ini, naik dari 67% sebulan lalu.
Baca Juga
Pasar Obligasi AS Tertekan, Imbal Hasil Treasury Bergerak Naik
Optimisme tersebut telah mendorong reli saham, dengan S&P 500 dan Nasdaq mencatat kenaikan empat hari berturut-turut pada Jumat. Data indeks PCE inti bulan September yang dirilis terlambat dan lebih rendah dari perkiraan juga membantu mengangkat pasar menjelang rapat The Fed.
“Pergerakan pasar dalam satu hingga dua minggu terakhir pada dasarnya sudah memasukkan kemungkinan besar pemotongan 25 bps,” ujar Stephen Kolano, CIO Integrated Partners, seperti dikutip CNBC. Ia menambahkan, jika The Fed tidak memangkas suku bunga, pasar bisa terkoreksi 2–3%.
Kolano memperkirakan Ketua The Fed Jerome Powell akan menegaskan sikap bergantung pada data, terutama setelah data ADP bulan November menunjukkan pelemahan pasar tenaga kerja. Dengan masa jabatan Powell berakhir pada Mei 2026, ia diperkirakan tidak terlalu bias terhadap ekspektasi pasar mengenai jalur suku bunga tahun depan.
Sektor teknologi menjadi penopang pada sesi Senin. Saham Broadcom melonjak hampir 3% mencapai rekor baru setelah laporan bahwa Microsoft mempertimbangkan merancang chip kustom bersama perusahaan tersebut. Saham Confluent terbang 29% setelah IBM menyatakan akan mengakuisisi perusahaan itu dalam kesepakatan senilai US$11 miliar yang ditargetkan selesai pertengahan 2026. Saham Oracle naik lebih dari 1% menjelang rilis laporan keuangan kuartalan pada Rabu.

