Pasar Asia-Pasifik Mayoritas Melemah, Indeks Hang Seng Turun Paling Dalam
Poin Penting
- Sentimen pasar Asia-Pasifik tertekan oleh pelemahan Wall Street dan kehati-hatian investor menjelang keputusan suku bunga The Fed.
- Ekspektasi pemangkasan suku bunga 25 basis poin tetap kuat, namun The Fed diperkirakan akan lebih mengandalkan data ke depan.
- Bursa Hong Kong memimpin pelemahan regional, sementara saham teknologi membantu menahan koreksi di Jepang.
- Saham Nvidia menguat dalam perdagangan after-hours setelah pemerintah AS menyetujui penjualan chip H200 ke China dengan skema pembagian pendapatan.
HONG KONG, investortrust.id - Pasar Asia-Pasifik sebagian besar bergerak melemah pada Selasa (9/12/2025) setelah penurunan di Wall Street. Investor menahan langkah menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve AS pada 10 Desember waktu setempat.
Baca Juga
Investor Hati-hati, Wall Street Melorot Jelang Pertemuan The Fed
Bank sentral AS diperkirakan akan kembali memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) pada pertemuan terakhir tahun ini, sehingga suku bunga Federal Funds berada di kisaran 3,5%–3,75%. Namun para analis menilai The Fed akan mengambil pendekatan yang lebih bergantung pada data setelah itu.
“Saya tidak akan terkejut jika Jerome Powell berkata, ‘Kami sudah memangkas, dan sekarang kami berada pada posisi di mana kami harus benar-benar melihat data,’ dan dia akan berhenti tepat sebelum terdengar hawkish, karena kita telah melihat pelemahan di pasar tenaga kerja,” ujar Stephen Kolano, Chief Investment Officer di Integrated Partners, seperti dikutip CNBC.
Indeks Nikkei 225 naik 0,14% dalam sesi perdagangan yang bergejolak dan ditutup pada 50.655,1, sementara Topix berakhir flat di 3.384,92.
Kenaikan saham teknologi membantu membatasi tekanan pada Nikkei, dengan Konica Minolta naik 5,72% dan produsen semikonduktor Disco Corp menambah 4,66%, menjadi salah satu penggerak utama indeks.
Di Korea Selatan, Kospi turun 0,27% ke 4.143,55, namun indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq menguat 0,38% ke 931,35.
Indeks Hang Seng Hong Kong terjun 1,29% ke 25.434,23, memimpin pelemahan di Asia, sementara CSI 300 di China daratan turun 0,51% menjadi 4.598,22.
Baca Juga
Pasar Asia-Pasifik Mayoritas Menguat Ikuti Kebangkitan Wall Street
Indeks Nifty 50 India melemah 0,25%, sedangkan BSE Sensex turun 0,27%.
Di Australia, S&P/ASX 200 melemah 0,45% ke 8.585,9 setelah bank sentral mempertahankan suku bunga acuan di 3,6%, sesuai ekspektasi.
“Data terbaru menunjukkan risiko inflasi kembali meningkat, namun diperlukan waktu lebih lama untuk menilai seberapa persisten tekanan inflasi tersebut,” tulis Reserve Bank of Australia dalam pernyataan usai keputusan suku bunga.
Futures saham AS sedikit menguat pada Senin malam, didorong oleh persetujuan Presiden Donald Trump atas penjualan chip Nvidia H200 ke China dalam kesepakatan yang memberikan porsi pendapatan signifikan kepada pemerintah AS.
Dalam perdagangan after-hours, saham Nvidia naik 2,2% setelah unggahan di Truth Social pada Senin malam menyebutkan bahwa raksasa semikonduktor tersebut dapat mengirimkan chip H200 kepada “pelanggan yang disetujui” di China dan wilayah lain dengan ketentuan bahwa seperempat penjualan masuk ke pemerintah AS.
Di sesi perdagangan sebelumnya di AS, S&P 500 turun 0,35%, sementara Nasdaq Composite melemah 0,14%. Dow Jones Industrial Average merosot 215,67 poin atau 0,45%.

