Wall Street Menguat Setelah Rilis Data Inflasi AS, S&P 500 Naik 4 Hari Beruntun
Poin Penting:
• Inflasi inti PCE AS turun di bawah proyeksi, mendukung ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed.
• S&P 500 mencatatkan reli empat hari dan mendekati rekor tertinggi sepanjang masa.
• Sentimen konsumen membaik, sementara pasar tenaga kerja menunjukkan pelemahan yang ikut memengaruhi prospek kebijakan moneter.
• Saham Netflix dan WBD bergejolak setelah kesepakatan akuisisi besar senilai US$72 miliar diumumkan.
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS menguat pada Jumat waktu AS atau Sabtu (6/12/2025) WIB. Indeks S&P 500 mencatatkan empat hari kenaikan berturut-turut, seiring pelaku pasar mencermati data inflasi yang dapat menjadi insentif tambahan bagi Federal Reserve untuk menurunkan suku bunga pekan depan.
Baca Juga
Inflasi Inti PCE Melandai, Peluang Pemangkasan Bunga Fed Makin Terbuka
S&P 500 ditutup naik 0.19% ke 6.870,40, atau hanya sekitar 0,7% dari rekor intraday-nya. Jumat juga menandai reli positif dalam sembilan dari sepuluh sesi terakhir. Nasdaq Composite naik 0,31% menjadi 23.578,13, sementara Dow Jones Industrial Average menguat 104,05 poin, atau 0,22%, ke 47.954,99.
Pasar mencerna serangkaian rilis ekonomi terbaru. Departemen Perdagangan AS menyatakan bahwa inflasi inti PCE untuk September — yang tertunda akibat penutupan pemerintah AS — naik 2,8% secara tahunan, lebih rendah dari estimasi Dow Jones sebesar 2,9%. Kenaikan bulanan 0,2% juga sesuai ekspektasi, demikian pula inflasi utama PCE bulanan dan tahunan.
Pada hari yang sama, survei konsumen Universitas Michigan menunjukkan hasil lebih kuat dari perkiraan untuk Desember, mencerminkan sentimen yang membaik serta ekspektasi inflasi jangka pendek dan menengah yang menurun.
Laporan PCE, yang menjadi indikator utama inflasi bagi The Fed, memberi gambaran terakhir sebelum pemungutan suara suku bunga pada Rabu. Dengan inflasi yang kini lebih jinak, perhatian bank sentral bergeser ke pasar tenaga kerja yang menunjukkan tanda pelemahan. Investor berharap hal ini mendorong The Fed menurunkan suku bunga acuan sebesar seperempat poin.
Pasar memperkirakan peluang 87% untuk pemangkasan suku bunga pekan depan, jauh lebih tinggi dibanding dua pekan sebelumnya, menurut alat FedWatch CME. Suku bunga dana federal saat ini berada di kisaran 3,75%-4%, mendekati batas atas, di tengah tekanan pendanaan jangka pendek.
Baca Juga
Perpecahan di The Fed Makin Terlihat, Williams Isyaratkan Pemangkasan Bunga Acuan
“Ini semakin menguatkan apa yang sudah diprediksi pasar — kemungkinan besar The Fed memangkas suku bunga pekan depan,” ujar David Krakauer, VP Portfolio Management Mercer Advisors, kepada CNBC. “Jika inflasi terus menurun, apa implikasinya bagi kemungkinan penurunan lanjutan awal tahun depan?”
Krakauer menilai pemangkasan suku bunga mungkin tidak akan menjadi katalis besar bagi kenaikan saham menjelang pergantian tahun. Meski begitu, ia melihat pasar berada dalam kondisi sehat untuk melanjutkan penguatan, setidaknya cukup untuk membawa S&P 500 ke rekor baru.
“Pergerakannya mungkin stabil atau bergejolak, tetapi arah pasar saham tetap positif,” katanya.
Saham-saham AS mencatat kenaikan sepanjang pekan. S&P 500 naik 0,3% secara mingguan, Nasdaq mendekati kenaikan 1%, dan Dow Jones bertambah 0,5%.
Selama sesi Jumat, saham Netflix bergerak liar setelah sempat jatuh tajam menyusul pengumuman bahwa perusahaan akan membeli aset film dan streaming milik Warner Bros. Discovery senilai US$72 miliar — transaksi yang diperkirakan rampung dalam 12 hingga 18 bulan. Saham Netflix berakhir turun sekitar 3%, sementara saham WBD melonjak lebih dari 6%.
Saham Netflix sempat pulih sebagian setelah seorang pejabat senior pemerintahan AS mengatakan bahwa pemerintahan Trump memandang kesepakatan tersebut dengan “skeptis”, seperti dilaporkan CNBC.

