Pasar Obligasi AS Tertekan, Imbal Hasil Treasury Bergerak Naik
Poin Penting
- Imbal hasil Treasury AS naik menjelang rapat kebijakan terakhir Federal Reserve tahun ini.
- Pasar memperkirakan hampir 90% peluang pemangkasan suku bunga 25 bps.
- Data ekonomi terbaru menunjukkan pelemahan pasar tenaga kerja namun konsumsi tetap kuat.
- Keputusan The Fed akan menjadi acuan bagi bank sentral Eropa dan Jepang.
NEW YORK, investortrust.id - Imbal hasil Treasury AS bergerak lebih tinggi pada Senin (8/12/2025) ketika para pelaku pasar menantikan rapat kebijakan terakhir Federal Reserve tahun ini.
Imbal hasil Treasury tenor 10 tahun naik lebih dari 2 basis poin menjadi 4,168%. Yield obligasi tenor 30 tahun naik kurang dari 2 bps menjadi 4,811%, sementara tenor 2 tahun naik ke 3,579%.
Baca Juga
Yield Treasury 10-Tahun Turun Setelah Payroll Swasta AS Melemah
Pasar memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga acuannya pada rapat pekan ini, dengan probabilitas sekitar 89% untuk pemotongan 25 basis poin, menurut CME FedWatch. Sebulan lalu, peluang tersebut hanya sekitar 67%.
Pada Jumat, Morgan Stanley mengubah proyeksi sebelumnya dan tidak lagi memprediksi pemangkasan suku bunga bulan Desember, mengakui “terlalu cepat menarik kesimpulan.” Namun JPMorgan dan Bank of America tetap memperkirakan pemotongan berdasarkan pernyataan dovish dari pejabat The Fed belakangan ini.
Kenaikan imbal hasil terjadi setelah data ekonomi pekan lalu. Laporan ADP yang menunjukkan penurunan mengejutkan pada payroll sektor swasta, dan klaim pengangguran mingguan yang turun ke level terendah sejak September 2022.
Sementara itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan musim liburan berjalan “sangat kuat,” menandakan ekonomi AS akan menutup tahun dengan pijakan yang kokoh. Ia menyebut pertumbuhan PDB AS sempat mencapai 4% dalam beberapa kuartal, dan memperkirakan ekonomi akan berakhir dengan pertumbuhan riil 3% meski terjadi “shutdown.”
Bank-bank sentral Eropa juga menunggu hasil rapat The Fed, dengan Swiss National Bank akan memberi pembaruan kebijakan pada Kamis, dan keputusan suku bunga dari Bank of England serta European Central Bank akan diumumkan pada 18 Desember. Bank of Japan juga akan menggelar rapat kebijakan terakhir tahun ini pada 19 Desember.

