Saham Otomotif Korsel Melonjak Setelah AS Turunkan Tarif Impor Jadi 15%,
Poin Penting
• AS menurunkan tarif impor mobil Korea Selatan menjadi 15%, berlaku surut sejak 1 November, mendorong reli saham Hyundai dan Kia.
• Pemerintah AS juga menghapus tarif suku cadang pesawat dan menyelaraskan tarif timbal balik Korea dengan Jepang dan Uni Eropa.
• Inflasi Korea Selatan pada November naik 2,4% secara tahunan, sedikit di atas ekspektasi, tetapi cukup stabil untuk mendukung kebijakan suku bunga tetap Bank of Korea.
• Pasar Asia-Pasifik sebagian besar menguat, termasuk Nikkei yang terdorong saham Fanuc dan lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah Jepang.
SEOUL, investortrust.id - Saham perusahaan otomotif Korea Selatan melonjak pada Selasa (2/12/2025) setelah Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick mengonfirmasi bahwa tarif impor mobil yang lebih rendah, yakni 15% untuk Korea Selatan, akan berlaku surut mulai 1 November.
Baca Juga
“Kami juga menghapus tarif untuk suku cadang pesawat dan akan menyesuaikan tarif timbal balik Korea agar selaras dengan Jepang dan Uni Eropa,” beber Lutnick di unggahan X milik Departemen Perdagangan AS.
Dikutip dari CNBC, saham Hyundai Motor dan Kia Corp masing-masing melonjak hampir 5% dan 3%. Indeks Kospi menguat 1,74%, sedangkan Kosdaq naik 0,24%.
Inflasi headline Korea Selatan pada November meningkat 2,4% secara tahunan, sedikit di atas ekspektasi 2,35% menurut jajak pendapat Reuters. Inflasi inti—yang mengecualikan harga pangan segar dan energi—naik 2% dari tahun sebelumnya. Angka tersebut sama dengan tingkat inflasi Oktober, mendukung peluang Bank of Korea mempertahankan suku bunga. Bank sentral pekan lalu menahan suku bunga di posisi 2,5% untuk pertemuan keempat berturut-turut.
Indeks saham kawasan Asia-Pasifik sebagian besar menguat. Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0.54%, sementara Topix menguat 0,44%, dengan sektor keuangan, energi, dan material dasar memimpin kenaikan.
Fanuc, produsen robot industri, menjadi salah satu saham dengan kenaikan terbesar di Nikkei 225 setelah melonjak 5,86% usai mengumumkan kemitraan dengan Nvidia untuk meningkatkan produk berbasis AI. NGK Insulators naik hingga 6%, sementara perusahaan peralatan listrik Fujikura menambah 2,29%.
Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun naik ke 1,88%, tertinggi sejak Juni 2008, di tengah spekulasi kenaikan suku bunga oleh bank sentral. Imbal hasil JGB tenor 20 tahun naik ke 2,915%, level tertinggi sejak 1999, dan JGB tenor 30 tahun mencapai rekor 3,411%.
Saham SoftBank turun hampir 5% dalam sesi ketiga berturut-turut, terbebani kekhawatiran valuasi AI. CEO Masayoshi Son mengatakan dalam forum FII Priority Asia bahwa ia “menangis saat menjual saham Nvidia” untuk mendanai investasi AI perusahaannya, termasuk ke OpenAI.
Baca Juga
Wall Street Terpukul Kejatuhan Kripto, Dow Tergerus Lebih dari 400 Poin
Australia’s ASX/S&P 200 naik 0,12%. Indeks Hang Seng Hong Kong menguat 0,49% pada pembukaan, sementara CSI 300 China daratan turun 0,17%. Saham Alibaba Group di Hong Kong naik hampir 3% setelah meluncurkan kacamata AI Quark di China pada 27 November.
Di India, Nifty 50 dibuka turun 0,22% dan BSE Sensex melemah 0,37%. Bajaj Housing Finance menjadi salah satu penurunan terbesar, jatuh lebih dari 8% setelah induknya, Bajaj Finance, mengumumkan akan melepas hingga 2% sahamnya di perusahaan tersebut.

