Serangan Israel Masih Berlangsung di Tengah Gencatan Senjata, Korban Tewas di Gaza Tembus 70.000
Poin Penting
• Korban tewas di Gaza mencapai lebih dari 70.100 orang, dengan 170.900 lebih luka-luka sejak 7 Oktober 2023.
• Israel terus melancarkan serangan darat, udara, dan laut meski ada gencatan senjata yang ditengahi AS.
• Dua anak tewas akibat serangan drone di Bani Suheila, wilayah yang seharusnya aman berdasarkan perjanjian gencatan senjata.
• Otoritas Gaza mencatat lebih dari 535 pelanggaran Israel dan memperingatkan krisis kemanusiaan yang kian memburuk.
GAZA, investortrust.id - Kementerian Kesehatan di Gaza menyatakan bahwa jumlah korban tewas akibat perang yang disebut sebagai genosida oleh warga Palestina telah melampaui 70.000 orang, sementara serangan militer Israel terus berlanjut.
Kementerian pada Sabtu (29/11/2025) melaporkan bahwa setidaknya 70.100 orang telah tewas di seluruh Jalur Gaza sejak perang dimulai pada 7 Oktober 2023, dengan lebih dari 170.900 lainnya terluka.
Baca Juga
Korban Tewas di Gaza Tembus 65.000, Serangan Israel Makin Brutal
Tonggak kelam ini terjadi di tengah serangan lanjutan Israel terhadap Gaza, meski ada gencatan senjata yang ditengahi Amerika Serikat dengan Hamas yang mulai berlaku bulan lalu.
Petugas medis melaporkan sebelumnya pada Sabtu bahwa dua anak Palestina tewas akibat serangan drone Israel di kota Bani Suheila, sebelah timur Khan Younis di Gaza selatan. Para saksi mengatakan kepada Al Jazeera bahwa drone menjatuhkan bom pada sekelompok warga sipil di dekat Sekolah Al-Farabi pada Sabtu pagi, menewaskan dua bersaudara, Juma dan Fadi Tamer Abu Assi.
Kedua bocah itu dibawa ke Kompleks Medis Nasser di Khan Younis dalam kondisi kritis sebelum dinyatakan meninggal dunia. Wilayah yang diserang itu berada di luar apa yang disebut Garis Kuning—batas redeployment pasukan Israel—yang disepakati dalam perjanjian gencatan senjata mulai 10 Oktober.
Baca Juga
Secercah Harapan di Gaza Setelah Dua Tahun Dihantui ‘Perang, Darah dan Air Mata’
Pada hari yang sama, militer Israel juga melancarkan serangan darat, laut, dan udara di beberapa bagian Gaza. Sumber medis melaporkan tiga warga Palestina terluka akibat tembakan artileri dan serangan udara Israel di kota Al-Qarara, timur laut Khan Younis. Pesawat Israel juga menyerang kawasan Tuffah di timur Gaza City pada Sabtu pagi, serta wilayah timur Rafah di Gaza selatan.
Serangan tersebut terjadi sehari setelah Kompleks Medis Nasser mengumumkan tewasnya seorang warga Palestina akibat tembakan drone Israel di luar Garis Kuning di kota Bani Suheila. Ismail al-Thawabta, Direktur Kantor Media Pemerintah Gaza, mengatakan pada Jumat bahwa 535 pelanggaran Israel telah didokumentasikan sejak gencatan senjata berlaku.
“Kondisi kemanusiaan di Gaza memburuk pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan agresi Israel telah menghancurkan infrastruktur serta layanan penting,” beber al-Thawabta dalam sebuah pernyataan.

