Capai Valuasi US$5 Triliun, Nvidia Jadi Perusahaan Nomor 1 Dunia Berkat Ledakan AI
Poin Penting
- Saham Nvidia naik lebih dari 3%, menjadikan valuasi perusahaan menembus 5 triliun dolar untuk pertama kalinya.
- CEO Jensen Huang mengumumkan proyeksi pesanan chip AI senilai 500 miliar dolar dan pembangunan tujuh superkomputer untuk pemerintah AS.
- Nvidia mengambil saham 1 miliar dolar di Nokia untuk mengembangkan teknologi 6G dalam kemitraan strategis.
- IMF dan Bank of England memperingatkan potensi risiko gelembung pasar akibat lonjakan valuasi perusahaan AI.
NEW YORK, investortrust.id - Saham Nvidia melonjak lebih dari 3% pada Rabu (29/10/2025), menjadikan raksasa teknologi itu perusahaan pertama yang melampaui ambang batas valuasi pasar sebesar 5 triliun dolar.
Baca Juga
Nvidia Pimpin Reli Saham Teknologi, Wall Street Pecah Rekor Tertinggi Sepanjang Masa
Dikutip dari CNBC, pada pembukaan perdagangan, saham Nvidia melesat 3,45% menjadi US$ 207,98, sehingga kapitalisasi pasarnya mencapai US$ 5,031 triliun. Pada penutupan, saham Nvidia berada di posisi US$ 207,04, dengan kapitalisasi pasar 5,008 triliun.
Tonggak ini mencerminkan kenaikan luar biasa bagi perusahaan yang telah berevolusi dari pengembang prosesor video game khusus menjadi pemain penting dalam ledakan kecerdasan buatan (AI).
Saham Nvidia, yang ditutup naik 5% pada Selasa, telah melonjak lebih dari 50% sejak awal tahun.
Kenaikan terbaru ini terjadi tak lama setelah CEO Jensen Huang mengatakan Nvidia memperkirakan pesanan chip kecerdasan buatan senilai 500 miliar dolar dan mengumumkan rencana membangun tujuh superkomputer baru untuk pemerintah AS.
Secara terpisah, Nvidia juga mengumumkan pada Selasa bahwa perusahaan akan mengambil saham senilai 1 miliar dolar di Nokia, membentuk kemitraan strategis dengan perusahaan jaringan tersebut untuk mengembangkan teknologi seluler generasi berikutnya, 6G.
Saham-saham AS, yang didorong oleh perdagangan berbasis AI, naik ke rekor tertinggi pada Selasa. Indeks utama didorong oleh kenaikan saham teknologi, dengan Apple dan Microsoft masing-masing mencapai valuasi pasar lebih dari 4 triliun dolar setelah harga saham mereka menguat.
Reli tajam di pasar saham AS ini terjadi meski ada kekhawatiran berkelanjutan mengenai potensi ‘bubble’, terutama karena pengeluaran besar yang digerakkan oleh AI telah mendorong kesepakatan dan valuasi ke rekor tertinggi.
Baca Juga
Awal bulan ini, Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank of England menjadi lembaga keuangan terbaru yang memperingatkan bahwa pasar saham global bisa berada dalam masalah jika selera investor terhadap AI menurun.
CEO Ark Invest, Cathie Wood, pada Selasa menandai kemungkinan adanya “realitas baru” dalam valuasi AI dalam waktu dekat — namun menolak kekhawatiran adanya gelembung AI.
“Jika ekspektasi kami terhadap AI benar, kita berada di awal dari sebuah revolusi teknologi,” kata Wood kepada CNBC.

