FAA Minta Boeing 737 Max 9 Dikandangkan Pascainsiden Alaska Airlines
JAKARTA, Investortrust.id - Pejabat penerbangan federal AS (FAA) memerintahkan penghentian segera operasional pesawat jet Boeing 737 Max 9 sampai mereka selesai menjalani pemeriksaan, menyusul insiden lepasnya pintu pesawat Alaska Airlines dan menyebabkan lubang besar di sisi badan pesawat.
Disebutkan pihak FAA seperti dilansir AP, perintah grounded pesawat Boeing 737 Max 9 ditetapkan Sabtu (6/1/2024) waktu setempat. Pemeriksaan diperkirakan akan memakan waktu sekitar empat hingga delapan jam tiap pesawat dan bakal diterapkan pada sekitar 171 pesawat di seluruh dunia.
Pihak Alaska Airlines mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dari 65 pesawat 737 Max 9 di armadanya, pihaknya telah memeriksa pintu keluar yang ditutup panel sebagai bagian dari pekerjaan pemeliharaan terbaru pada 18 pesawat. Sebnayak 18 pesawat tersebut diizinkan kembali beroperasi pada hari Sabtu.
Baca Juga
Insiden Pintu Lepas Saat Penerbangan, Alaska Airlines Kandangkan Seluruh Boeing 737-9 MAX
Pemeriksaan untuk pesawat yang tersisa diharapkan selesai dalam beberapa hari mendatang, demikian pernyataan Alaska Airlines dikutip AP.
Diberitakan sebelumnya, sebuah pesawat jet Alaska Airlines mengalami kebocoran di bagian tubuh pesawat segera setelah lepas landas sekitar 3 mil (4,8 kilometer) di atas Oregon pada Jumat malam (5/1/2024). Kondisi tersebut memaksa pilot melakukan pendaratan darurat sementara 171 penumpang dan enam awaknya terus mengenakan masker oksigen.
Tidak ada yang terluka parah ketika pesawat yang kehilangan tekanan udara tersebut kembali dengan aman ke Bandara Internasional Portland, sekitar 20 menit setelah keberangkatan.
Otoritas masih mencari pintu yang terlempar dan telah mendapatkan gambaran lokasi panel pintu tersebut jatuh, yakni dekat Oregon Route 217 dan Barnes Road di daerah Cedar Hills di barat Portland.
“Jika Anda menemukannya, tolong, tolong hubungi penegak hukum setempat,” kata Ketua National Transportation Safety Board, Jennifer Homendy, dalam konferensi pers pada Sabtu malam.
Homendy mengatakan, beruntung pesawat belum mencapai ketinggian jelajah saat panel pintu terlempar, mengingat saat itu para penumpang dan pramugari sudah diperkenankan melepaskan sabuk pengaman.
“Tidak ada yang duduk di kursi 26A dan B di mana lubang pintu itu berada, pesawat berada pada ketinggian sekitar 16.000 kaki dan hanya 10 menit dari bandara ketika pintu itu meledak,” katanya.
Homendy menampaikan bahwa sandaran kepala hilang di kursi 26A dan 25A, begitu pula sandaran kursi 26A. Sejumlah barang dan pakaian saat itu tampak berserakan di area tersebut.

