Saham Boeing Anjlok Hampir 8% Pascainsiden Lepasnya Pintu Pesawat Alaska Airlines
JAKARTA, Investortrust.id - Saham Boeing yang listing di bursa Frankfurt serta pada pra pembukaan perdaganganbursa AS anjlok hampir 8% padaSenin pagi (8/1/2024), menyusul keputusan Federal Aviation Administration (FAA) AS untuk mengkandangkan sejumlah pesawat Boeing 737 MAX 9.
Keputusan FAA tersebut dikeluarkan setelah insiden bagian pintu salah satu armada maskapai Alaska Airlines terlepas saat pesawat terbang pada hari Jumat (5/1/2024), begitu lepas landas dari Portland, Oregon.
Sementara itu saham rivalnya Airbus naik lebih dari 1% pada awal perdagangan Senin.
Pada pekan ini rencananya Airbus juga akan mengumumkan bakal mengirimkan 735 pesawat pesanan tahun lalu, sehingga mengalahkan Boeing sebagai pembuat pesawat terbesar dunia untuk kelima kalinya berturut-turut.
Reuters melaporkan pekan lalu bahwa jumlah pesanan yang dikirimkan Airbus tersebut telah melampaui target perusahaan yang sebelumnya menargetkan sebanyak 720 unit pesawat terkirim.
Baca Juga
FAA Minta Boeing 737 Max 9 Dikandangkan Pascainsiden Alaska Airlines
Airbus juga berada di jalur memenangkan rekor industri sekaligus nilai pesanan bruto dan nilai pesanan bersih. Sayangnya pihak Airbus menolak memberikan komentar tentang kinerja tahunannya sebelum pembaruan komersial yang akan disampaikannya pada 11 Januari pekan ini.
Di sisi lain penurunan harga saham maskapai penerbangan juga dialami Spirit Aero yang turun 15,9% dalam pra perdagangan bursa AS. Begitu pula saham Alaska Air yang turun 5%, diikuti United Airlines yang sahamnya turun 2,8%.
Jefferies Group LLC, sebuah perusahaan jasa keuangan dan perbankan investasi global yang berkantor pusat di New York City (biasa disebut Jefferies) dalam paparannya mengatakan, insiden terbaru yang dialami Boeing dapat memperlambat produksi pesawat Boeing jika proses manufaktur dan instalasinya menjadi subjek penyelidikan regulator.
“Situasi kali ini menyoroti sejarah persoalan pergeseran kualitas, terutama pada Spirit (Aero). Masalah pergeseran kualitas tidak dapat diterima dalam industri (penerbangan) dengan satu kegagalan saja akan berakibat sebuah konsekuensi serius," demikian disampaikan analis Jefferies, Bernstein dalam sebuah paparannya yang dikutip Reuters.
Baca Juga
Insiden Pintu Lepas Saat Penerbangan, Alaska Airlines Kandangkan Seluruh Boeing 737-9 MAX
CEO Boeing, Dave Calhoun, pada hari Minggu mengatakan bahwa pihaknya saat ini fokus pada upaya penyelidikan yang dilakukan regulator.
Perusahaan ini juga berencana untuk mengadakan paparan secara daring soal keselamatan pada hari Selasa (9/1/2024) waktu setempat. Namun sebelumnya manajemen juga telah membatalkan pertemuan puncak para direksi yang dijadwalkan pada hari Senin ini dan Selasa besok.

