Powell Soroti Tingginya Valuasi Saham
Poin Penting
- Powell menegaskan harga ekuitas berada di level tinggi.
- Valuasi mahal belum menimbulkan risiko stabilitas keuangan serius.
- Pasar sebelumnya reli karena ekspektasi pemangkasan suku bunga.
- Komentar Powell memicu koreksi singkat di indeks utama Wall Street.
PROVIDENCE, investortrust.id - Ketua Federal Reserve Jerome Powell mencatat bahwa harga aset, kategori yang biasanya mencakup saham dan instrumen berisiko lainnya, berada pada level yang tinggi.
Baca Juga
Powell Tekan Ekspektasi Pasar, Harga Bitcoin Turun ke US$ 114.000-an di Awal Pekan
Dalam pidato di Providence, Rhode Island, Selasa (23/9/2025), pemimpin bank sentral tersebut ditanya seberapa besar penekanan yang dia dan rekan-rekannya berikan pada harga pasar dan apakah mereka memiliki toleransi yang lebih tinggi terhadap nilai yang lebih tinggi.
“Kami memang melihat kondisi keuangan secara keseluruhan, dan kami bertanya pada diri sendiri apakah kebijakan kami memengaruhi kondisi keuangan dengan cara yang sesuai dengan apa yang ingin kami capai. Tapi Anda benar, dengan banyak ukuran, misalnya, harga ekuitas cukup tinggi nilainya,” ucap Powell, seperti dikutip CNBC.
Menjelang pertemuan kebijakan pekan lalu, saham dan aset lainnya menguat tajam seiring meningkatnya keyakinan bahwa Komite Pasar Terbuka Federal akan menurunkan suku bunga pinjaman overnight acuannya. Saham terus naik, mencetak rekor tertinggi berturut-turut untuk rata-rata utama, sejak keputusan Rabu lalu untuk memangkas suku bunga sebesar seperempat poin persentase.
Baca Juga
Nvidia Pimpin Reli Saham Teknologi, Wall Street Pecah Rekor Tertinggi Sepanjang Masa
“Pasar mendengarkan kami dan mengikuti serta mereka membuat estimasi tentang ke mana arah suku bunga. Jadi mereka akan memasukkannya ke dalam harga,” beber Powell dalam bagian percakapan yang membahas suku bunga hipotek.
Saham berbalik melemah setelah komentar Powell, dengan indeks utama semuanya berada di zona merah.

