Optimisme Perdagangan AS-Jepang Dorong Nikkei 225 Tembus Rekor di Atas 51.000
Poin Penting
1.Indeks Nikkei 225 menembus 51.000 untuk pertama kalinya, naik lebih dari 1% didorong optimisme perdagangan AS–Jepang.
2.Trump dan PM Takaichi menandatangani kerangka kerja baru logam tanah jarang untuk memperkuat rantai pasok strategis.
3.Pasar memperkirakan hampir pasti The Fed akan kembali memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin.
4.Bursa global bergerak positif; S&P 500, Nasdaq, dan Dow Jones sama-sama mencetak rekor penutupan baru.
TOKYO, investortrust.id - Indeks Nikkei 225 Jepang melonjak lebih dari 1% dan mencapai rekor tertinggi di atas 51.000 untuk pertama kalinya pada Rabu (29/10/2025), didorong oleh optimisme baru terhadap hubungan dagang AS–Jepang serta ekspektasi pemangkasan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve.
Baca Juga
Nikkei 225 Jepang Sentuh Rekor 50.000, Pasar Optimistis Jelang Pertemuan Trump-Takaichi
Kenaikan tersebut terjadi setelah Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menandatangani kerangka kerja baru terkait logam tanah jarang pada Selasa. Pasar juga semakin yakin bahwa The Fed akan kembali memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang melambat.
Kunjungan Trump menandai pertemuan pertamanya dengan Takaichi, yang baru menjabat awal bulan ini. Ia juga bertemu Kaisar Naruhito di Istana Kekaisaran.
Baca Juga
Imbangi China, Trump-Takaichi Teken Kesepakatan Mineral Kritis
Kepemimpinan Takaichi diperkirakan akan menggeser Partai Demokrat Liberal yang telah lama berkuasa ke arah kebijakan yang lebih liberal secara ekonomi, konservatif secara sosial, dan lebih tegas dalam bidang keamanan, tulis perusahaan analisis GeoQuant dari FitchSolutions dalam sebuah catatan.
Pasar kini memperkirakan hampir 100% kemungkinan bahwa Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) akan kembali memangkas suku bunga acuan sebesar seperempat poin, setelah pemangkasan pada September, sehingga membawa kisaran suku bunga dana federal ke antara 3,75%–4,00%.
“Jika [Ketua The Fed Jerome Powell] tampil dengan nada dovish, taruhan terhadap pemangkasan suku bunga lanjutan akan meningkat dan memberi dorongan tambahan bagi momentum pasar,” tulis investor kawakan Louis Navellier dalam catatan hariannya, seperti dikutip CNBC.
Suku bunga dana federal, yang ditetapkan oleh FOMC, adalah tingkat bunga yang dikenakan antarbank untuk pinjaman semalam. Meskipun tidak langsung memengaruhi konsumen, kebijakan The Fed sering kali berdampak pada biaya pinjaman untuk hipotek, kartu kredit, dan pinjaman lainnya.
Indeks Topix stagnan. Kospi Korea Selatan naik 0,17%, sementara indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq turun 0,25%.
Indeks S&P/ASX 200 Australia melemah 0,16%. Harga konsumen Australia naik 3,2% pada kuartal ketiga — kenaikan tertinggi dalam lebih dari satu tahun, menurut Biro Statistik Australia pada Rabu. Kenaikan ini melampaui kenaikan 2,1% pada kuartal sebelumnya dan di atas perkiraan ekonom dalam jajak pendapat Reuters sebesar 3%.
Indeks CSI 300 di daratan Tiongkok naik 0,37%.
Pasar Hong Kong tutup karena libur nasional.
Di Amerika Serikat, ketiga indeks utama ditutup menguat. S&P 500 naik 0,23% menjadi 6.890,89, sempat menembus level 6.900 untuk pertama kalinya dalam perdagangan intraday.
Baca Juga
Wall Street Terus Melaju dan Pecah Rekor, S&P 500 Sempat Tembus 6.900
Indeks Nasdaq Composite naik 0,80% menjadi 23.827,49, sementara Dow Jones Industrial Average naik 161,78 poin, atau 0,34%, menjadi 47.706,37. Selain mencatat rekor penutupan baru, Nasdaq yang sarat saham teknologi dan Dow 30 saham juga menorehkan rekor tertinggi intraday bersama S&P 500.

