Wall Street Terus Melaju dan Pecah Rekor, S&P 500 Sempat Tembus 6.900
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id – Bursa saham AS mencetak rekor baru pada Selasa waktu AS atau Rabu (29/10/2025). Indeks S&P 500 bahkan sempat menembus level 6.900. Investor semakin agresif masuk ke saham berbasis kecerdasan buatan (AI), sehari sebelum Federal Reserve mengumumkan keputusan suku bunganya.
Baca Juga
Wall Street Reli Rekor di Tengah Optimisme Gencatan Dagang AS-China, S&P 500 Tembus 6.800
Indeks S&P 500 naik 0,23% menjadi 6.890,89, setelah sempat menembus level 6.900 untuk pertama kalinya dalam perdagangan intraday. Nasdaq Composite menguat 0,80% menjadi 23.827,49, sedangkan Dow Jones Industrial Average bertambah 161,78 poin atau 0,34% menjadi 47.706,37. Selain mencetak rekor penutupan, Nasdaq yang sarat saham teknologi dan Dow 30 saham juga mencatat rekor intraday tertinggi bersama dengan S&P 500.
Kenaikan pasar dipimpin oleh Nvidia yang melonjak sekitar 5% dan kembali mencetak rekor tertinggi. Perusahaan chip AI itu mengumumkan serangkaian kerja sama dalam konferensi GTC pada Selasa, termasuk kemitraan dengan perusahaan Finlandia, Nokia. Nvidia akan mengambil kepemilikan senilai 1 miliar dolar di Nokia, yang menyatakan akan menggunakan dana tersebut sebagian untuk membiayai rencana AI-nya. Saham terkait AI lain seperti Broadcom juga ikut terdongkrak.
Microsoft naik sekitar 2% menjelang laporan keuangannya pada Rabu malam. Saham Microsoft dan Apple masing-masing menembus valuasi 4 triliun dolar selama sesi perdagangan Selasa. Pada hari yang sama, OpenAI mengumumkan telah menyelesaikan proses rekapitalisasi, langkah yang akan memberikan keuntungan besar bagi Microsoft yang memegang sekitar 27% saham di unit komersial OpenAI Group PBC.
Bersama Microsoft dan Apple, beberapa anggota “Magnificent Seven” lainnya seperti Alphabet, Amazon, dan Meta Platforms dijadwalkan melaporkan kinerja minggu ini. Kelima perusahaan tersebut secara kolektif menyumbang sekitar seperempat dari total nilai S&P 500. Sejauh ini, musim laporan keuangan berjalan “fantastis”, kata Mike Dickson dari Horizon Investments kepada CNBC. Sekitar sepertiga perusahaan di S&P 500 telah melaporkan hasilnya, dan 83% di antaranya melampaui ekspektasi laba, menurut data FactSet.
“Jelas, valuasi sudah cukup tinggi dibandingkan standar historis, dan kita mungkin sudah mendapatkan semua dorongan yang bisa kita dapat dari Fed tanpa sesuatu yang buruk terjadi,” kata kepala riset dan strategi kuantitatif Horizon itu. “Sekarang semua harus didorong oleh sisi laba, dan sejauh ini memang kita melihat hal itu terjadi. Kita harus melihat apa yang akan dikatakan para raksasa ini,” tambahnya.
The Fed diperkirakan akan memangkas suku bunga acuannya untuk kedua kalinya pada 2025, pada Rabu. Investor juga berharap Powell memberi sinyal akan ada satu kali pemangkasan lagi dalam pertemuan terakhir tahun ini di Desember.
Baca Juga
Risalah FOMC: Mayoritas Anggota The Fed Dukung Dua Kali Pemotongan Lagi hingga Akhir 2025
Investor pada sesi Senin menyambut meredanya ketegangan AS–Tiongkok menjelang pertemuan penting antara Trump dan Xi Jinping pada Kamis. Trump mengatakan bahwa kedua negara “akan pulang dengan membawa kesepakatan” yang mencakup isu pembatasan ekspor logam tanah jarang Tiongkok, pembelian kedelai, dan TikTok. The Wall Street Journal melaporkan pada Selasa bahwa tarif atas barang-barang asal Tiongkok akan diturunkan jika Beijing menindak ekspor bahan kimia pembuat fentanyl.
Baca Juga
AS-China Capai Konsensus Awal Soal Mineral Kritis dan Perang Tarif Jelang Pertemuan Trump-Xi
“Pasar mengharapkan hasil yang konklusif dari pertemuan ini. Jika tidak ada kesepakatan yang bisa jadi tajuk utama, itu akan mengecewakan. Bukan berarti semua masalah terselesaikan, tapi paling tidak harus ada kemajuan nyata,” urai Dickson.
S&P 500 pada sesi sebelumnya mencatat penutupan pertama di atas level 6.800, sementara Nasdaq dan Dow juga berakhir di rekor tertinggi. Indeks acuan saham berkapitalisasi kecil Russell 2000 turut menutup sesi di level tertinggi sepanjang masa.

