Nikkei 225 Jepang Sentuh Rekor 50.000, Pasar Optimistis Jelang Pertemuan Trump-Takaichi
Poin Penting
- Indeks Nikkei 225 naik lebih dari 2%, menembus level 50.000 untuk pertama kali.
- Pertemuan PM Sanae Takaichi dan Presiden Donald Trump diperkirakan bahas ekspansi permintaan domestik Jepang.
- Kemajuan pembicaraan perdagangan AS–Tiongkok dorong reli saham Asia, Kospi tembus 4.000.
- Jumat lalu Wall Street tembus rekor usai inflasi melunak, memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed.
TOKYO, investortrust.id - Indeks Nikkei 225 Jepang menembus level 50.000 untuk pertama kalinya pada Senin (27/10/2025). Investor menyambut kemajuan dalam pembicaraan perdagangan AS-China dan momentum kuat dari Wall Street. Indeks acuan bursa Jepang itu naik lebih dari 2%, sementara Topix bertambah 1,61%.
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dijadwalkan bertemu dengan Presiden AS Donald Trump minggu ini selama kunjungannya ke Jepang.
Baca Juga
Sanae Takaichi Bawa Harapan Baru, Nikkei 225 Jepang Terbang Tembus Rekor
“Diharapkan pesan yang akan disampaikannya adalah untuk secara signifikan memperluas permintaan domestik melalui ekonomi bertekanan tinggi,” tulis Crédit Agricole CIB dalam catatannya, seperti dikutip CNBC.
Perluasan kuat terhadap permintaan domestic akan “sepenuhnya mengeluarkan Jepang dari stagnasi struktural deflasi” dan membuat kemajuan dalam mengurangi defisit perdagangan AS, yang menghasilkan situasi saling menguntungkan bagi kedua negara, menurut para ahli strategi tersebut.
Indeks Kospi Korea Selatan melonjak 2,1% hingga menembus level 4.000 untuk pertama kalinya setelah mencetak rekor tertinggi pada Jumat, sedangkan indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq naik 1,45%. Indeks Hang Seng Hong Kong naik 1,15%, sementara indeks CSI 300 di daratan Tiongkok naik 0,83%.
Perusahaan hiburan K-pop Hybe melonjak hampir 10% setelah Bloomberg melaporkan bahwa grup super BTS berencana menggelar tur dunia yang mencakup 65 kota, dengan separuhnya di Amerika Utara.
Indeks Australia ASX/S&P 200 naik 0,54% pada perdagangan awal.
Reli di pasar regional terjadi setelah adanya laporan bahwa negosiator perdagangan utama AS dan Tiongkok telah menyusun kerangka kesepakatan atas beberapa isu yang disengketakan, membuka jalan bagi Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping untuk menandatangani persyaratan tersebut.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan dalam wawancara dengan CBS News pada hari Minggu bahwa usulan tarif 100% Trump terhadap impor Tiongkok “secara efektif sudah tidak dipertimbangkan lagi.”
Ia menambahkan bahwa Tiongkok diperkirakan akan melakukan pembelian kedelai dalam jumlah besar dan menunda pembatasan luas terhadap ekspor logam tanah jarang. Namun, AS akan mempertahankan kendali ekspor yang ada terhadap Tiongkok, tambah Bessent.
Pada Jumat lalu, ketiga indeks utama Wall Street ditutup pada rekor tertinggi karena data inflasi yang mereda meningkatkan optimisme investor bahwa Federal Reserve dapat melanjutkan jalur pemangkasan suku bunga, yang mendukung perekonomian AS dan membenarkan valuasi ekuitas yang lebih tinggi.
Baca Juga
Wall Street Pesta Rekor Setelah Rilis Data Inflasi AS, Dow Terbang Tembus 47.000
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 472,51 poin atau 1,01% menjadi 47.207,12, menandai penutupan pertama di atas level 47.000. S&P 500 menambah 0,79% menjadi 6.791,69, sementara Nasdaq Composite naik 1,15% menjadi 23.204,87.
Investor juga menantikan pemangkasan suku bunga yang diperkirakan luas oleh Federal Reserve dan laporan pendapatan dari perusahaan teknologi besar.

