Dorong Hamas Terima Proposal Perdamaian, Turkiye Siap Terlibat dalam Keamanan Gaza Pascaperang
Poin Penting
- Turkiye membantu menjelaskan kepada Hamas rencana perdamaian yang diusulkan AS.
- Erdogan tegaskan Gaza harus tetap bagian dari negara Palestina.
- Ankara siap berkontribusi dalam upaya keamanan pascaperang.
- Pengerahan pasukan asing ke Gaza perlu dibahas secara rinci.
ANKARA, investortrust.id – Presiden Turkiye Tayyip Erdogan menegaskan bahwa masa depan Gaza harus berada di tangan rakyat Palestina sendiri, bukan kekuatan asing. Dalam pernyataannya, Erdogan menyebut bahwa Ankara kini aktif menjembatani komunikasi dengan Hamas untuk mencari jalan terbaik menuju perdamaian yang berkelanjutan di Jalur Gaza.
Baca Juga
Akhiri Perang di Gaza, Trump Ungkap Rencana Perdamaian 20 Poin
“Turkiye tengah menjelaskan kepada Hamas pendekatan terbaik untuk masa depan negara Palestina,” kata Erdogan kepada wartawan dalam perjalanan pulang dari Azerbaijan, Rabu (8/10/2025). Ia menambahkan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengakhiri perang di Gaza yang telah berlangsung dua tahun.
Menurut Erdogan, pejabat-pejabat Turki juga turut berperan dalam perundingan yang digelar di Mesir. “Kami mendukung setiap upaya perdamaian yang sungguh-sungguh. Presiden Trump meminta Turki untuk meyakinkan Hamas agar mempertimbangkan proposal itu,” ujarnya, dikutip dari Reuters.
Dalam transkrip resmi yang dibagikan kantornya, Erdogan menegaskan bahwa dalam skenario pascaperang apa pun, Gaza harus tetap menjadi bagian dari negara Palestina dan dipimpin oleh rakyat Palestina. Ia menolak gagasan tentang pengerahan pasukan asing untuk mengatur wilayah itu.
“Setiap pembahasan tentang keamanan Gaza harus dilakukan dengan hati-hati dan penuh rasa hormat terhadap kedaulatan Palestina. Ankara siap memberikan kontribusi dalam setiap upaya yang memastikan perdamaian dan stabilitas,” katanya.
Baca Juga
Sikap Erdogan memperlihatkan upaya diplomatik Turkiye untuk kembali memainkan peran strategis di kawasan Timur Tengah. Dalam beberapa bulan terakhir, Ankara berupaya memposisikan diri sebagai jembatan antara dunia Islam dan Barat, khususnya dalam krisis Gaza yang hingga kini menewaskan puluhan ribu warga sipil.
Bagi Erdogan, stabilitas Gaza bukan hanya soal kemanusiaan, tetapi juga simbol bagi perjuangan kedaulatan Palestina. “Kita harus membantu Palestina melangkah menuju masa depan dengan langkah yang pasti,” ujarnya.

