Dibayangi Kekhawatiran Inflasi, Bank Sentral Australia Pertahankan Bunga Acuan 3,6%
Poin Penting
- RBA tahan suku bunga di 3,6%.
- Inflasi Agustus tembus 3%, tertinggi dalam setahun.
- Proyeksi pemangkasan suku bunga November 2025.
- PDB kuartal II tumbuh 1,8%, di atas ekspektasi.
SYDNEY, investortrust.id - Bank sentral Australia pada Selasa (30/9/2025) mempertahankan suku bunga acuan di level 3,6%, sesuai perkiraan, di tengah inflasi yang berada pada level tertinggi dalam lebih dari satu tahun.
Baca Juga
Bank Sentral Australia Pangkas Suku Bunga 25 Bps, Pertama Kali dalam Lebih dari 4 Tahun
Langkah ini sejalan dengan ekspektasi para ekonom yang disurvei Reuters, setelah negara tersebut awal bulan ini melaporkan inflasi utama sebesar 3% untuk Agustus — tertinggi sejak Juli 2024 — yang didorong oleh kenaikan harga perumahan, makanan, dan alkohol.
Bank Sentral Australia, seperti dilansir CNBC, menyoroti kekhawatiran inflasi dalam pernyataannya pada Selasa: “Data terbaru, meski parsial dan volatil, menunjukkan inflasi pada kuartal September mungkin lebih tinggi dari perkiraan pada saat Pernyataan Kebijakan Moneter bulan Agustus.”
Bank tersebut menyebutkan bahwa permintaan swasta mulai pulih, dan terdapat indikasi inflasi bisa bertahan di beberapa sektor.
RBA telah memangkas suku bunga sebesar 75 basis poin sepanjang tahun ini, setelah menahannya di level 4,35% sejak November 2023 dalam upaya menekan inflasi.
Bank sentral menambahkan bahwa prospek ekonomi masih tidak pasti akibat perkembangan domestik dan internasional. “Data pertumbuhan dan inflasi yang lebih kuat dari perkiraan dapat mengindikasikan bahwa rumah tangga lebih nyaman dalam konsumsi ... [namun] pertumbuhan konsumsi mungkin tidak berlanjut, terutama jika rumah tangga semakin khawatir terhadap perkembangan global,” demikian pernyataan RBA.
Gubernur RBA Michelle Bullock mengatakan di hadapan parlemen awal bulan ini bahwa lingkungan global saat ini sangat tidak pasti dan sulit diprediksi, tetapi kebijakan moneter berada pada posisi yang baik untuk merespons jika perkembangan internasional terbukti berdampak signifikan terhadap perekonomian Australia.
Dalam catatan pasca-keputusan RBA, Kepala Riset Ekonomi dan Perdagangan Global Oxford Economics Harry Murphy Cruise mengatakan RBA telah “secara efektif memenangkan pertarungan melawan inflasi.”
Ia memperkirakan inflasi inti (trimmed mean inflation) Australia akan turun ke 2,6% pada kuartal ketiga 2025, yang menurutnya akan membuka jalan bagi pemangkasan suku bunga pada November. Target inflasi RBA berada di kisaran 2% hingga 3%.
Pemangkasan tambahan, kata Cruise, diperkirakan terjadi pada kuartal pertama 2026, seiring inflasi inti mendekati titik tengah target RBA. Namun, tingkat pengangguran diperkirakan meningkat sehingga membutuhkan dukungan moneter tambahan.
Baca Juga
Di Atas Ekspektasi, Ekonomi Australia Q2-2025 Tumbuh 1,8% YoY
Pertumbuhan ekonomi Australia pada kuartal kedua melampaui ekspektasi, tumbuh pada laju tercepat sejak September 2023, memberi ruang bagi bank sentral untuk mempertahankan suku bunga sekaligus fokus menekan inflasi.
Produk domestik bruto negara tersebut tumbuh 1,8% secara tahunan, lebih tinggi dari perkiraan ekonom Reuters sebesar 1,6% dan lebih kuat dari 1,3% pada kuartal sebelumnya.
Secara kuartalan, PDB Australia tumbuh 0,6%, dibandingkan perkiraan 0,5% dalam jajak pendapat Reuters. Data dari Biro Statistik Australia menunjukkan pertumbuhan didorong oleh belanja domestik, termasuk konsumsi rumah tangga dan pemerintah.

