Bikin Nvidia Waswas, Huawei Andalkan Cip Lokal untuk Dorong Ambisi AI China
Poin Penting
|
BEIJING, investortrust.id – Dibayangi sanksi AS, Huawei makin agresif memperkuat posisinya di industri kecerdasan artifisial (AI) dengan meluncurkan pusat komputasi supernode berbasis cip buatan sendiri, Ascend. Cip ini membuat waswas Nvidia karena diklaim mampu memberikan daya komputasi kelas dunia dan mempertegas ambisi China menjadi pemain utama di sektor AI global.
Langkah Huawei ini menjadi sinyal kuat bahwa China serius mengurangi ketergantungan pada teknologi impor, terutama di bidang semikonduktor dan AI. Dalam ajang Huawei Connect di Shanghai, perusahaan asal Shenzhen itu memperkenalkan klaster supernode baru yang berisi ribuan cip Ascend dan dirancang untuk mendukung pelatihan model AI berskala besar.
Baca Juga
Perang AI Memanas! OpenAI hingga Microsoft Minta AS Lebih "Galak" Hadapi DeepSeek dan Huawei
Huawei membeberkan peta jalan (roadmap) pengembangan cip Ascend untuk tiga tahun ke depan. Setelah Ascend 950 yang baru dirilis, perusahaan menargetkan peluncuran Ascend 960 dan 970 hingga 2028. Strategi ini tidak hanya memperkuat kapasitas riset, tetapi juga mempertegas ambisi China menjadi pemain utama di sektor AI global.
Menurut analis teknologi, inovasi Huawei bisa mempercepat kemandirian China di tengah perang teknologi dengan AS. Dengan cip lokal yang makin matang, Beijing berpotensi mengurangi tekanan sekaligus menegosiasikan posisi lebih kuat dalam hubungan dagang dengan Washington.
Meski begitu, tantangan tetap ada. Ekosistem software dan dukungan pengembang Huawei masih tertinggal dibanding platform AI Barat. “Hardware Huawei makin kuat, tapi tantangannya adalah menciptakan ekosistem yang bisa menyaingi CUDA milik Nvidia,” ujar salah satu analis dikutip Reuters, Minggu (21/9/2025).
Baca Juga
Meski Dilarang, Raksasa Teknologi China Masih Buru Chip Nvidia
Dari sisi pasar, China merupakan salah satu pusat pertumbuhan AI terbesar di dunia. Menurut data McKinsey, adopsi AI berpotensi menambah US$ 600 miliar pada produk domestik bruto (PDB) China hingga 2030. Kehadiran Huawei dengan solusi hardware buatan sendiri bisa mempercepat pencapaian target tersebut.
Dengan momentum ini, Huawei tidak hanya mempertahankan eksistensinya di tengah tekanan global, tetapi juga membuka peluang besar bagi ekosistem AI domestik. Jika strategi ini berhasil, dominasi Nvidia di pasar AI bisa saja mulai digoyang dari Negeri Tirai Bambu.

