Wall Street Pecah Rekor Setelah Fed Longgarkan Suku Bunga, Saham Small-Cap Meroket
Poin Penting
- S&P 500, Nasdaq, dan Dow Jones mencetak rekor baru sehari setelah Fed memangkas suku bunga.
- Russell 2000 naik 2,4%, dengan saham small-cap menjadi motor penggerak.
- Saham Intel melonjak 22,8% berkat investasi Nvidia senilai US$5 miliar.
- Investor menilai Fed lebih condong mendukung pertumbuhan daripada menekan inflasi.
NEW YORK, investortrust.id – Bursa saham Amerika Serikat mencetak rekor baru pada Kamis waktu AS atau Jumat (19/9/2025), sehari setelah The Federal Reserve memangkas suku bunga acuan. Indeks saham utama melesat, dipimpin oleh lonjakan saham berkapitalisasi kecil (small-cap) yang diuntungkan dari biaya pinjaman lebih rendah.
Baca Juga
The Fed Pangkas Suku Bunga 25 Bps, Indikasikan Pemotongan Lanjutan
S&P 500 naik 0,48% menjadi 6.631,96, sementara Nasdaq Composite melonjak 0,94% ke 22.470,73. Dow Jones Industrial Average bertambah 124 poin, atau 0,27%, menjadi 46.142,42.
Masing-masing indeks utama AS mencatat rekor intraday baru, setelah melewati sesi perdagangan yang bergejolak pada Rabu.
Indeks Russell 2000 small-cap melonjak 2,4% dan mencapai rekor intraday. Indeks ini terakhir mencatat rekor penutupan tertinggi pada November 2021.
Perusahaan dengan kapitalisasi kecil cenderung mendapat manfaat dari suku bunga rendah karena lebih bergantung pada pendanaan eksternal untuk operasional dan pertumbuhan dibanding perusahaan besar yang kaya ‘cash’. Selain itu, mereka lebih terkait dengan siklus ekonomi dibanding saham Big Tech yang terdorong tren AI.
Namun, saham beberapa perusahaan teknologi besar juga ikut reli pada Kamis. Saham Intel melonjak 22,8% setelah Nvidia mengatakan akan menginvestasikan US$5 miliar di pembuat chip itu untuk mengembangkan bersama chip pusat data dan PC. Itu menjadi hari terbaik Intel dalam hampir 38 tahun. Saham Nvidia naik 3,5%.
Kenaikan ini mengikuti hari perdagangan bergejolak pada Rabu setelah Fed, sesuai perkiraan, memangkas suku bunga acuan sebesar seperempat poin persentase. Bank sentral memperkirakan dua kali lagi pemangkasan tahun ini, memberi dorongan pada investor yang berharap Fed terus menempuh jalur suku bunga lebih longgar.
Para trader mengabaikan pernyataan Powell bahwa pemangkasan itu bagian dari “manajemen risiko” dan mengasumsikan Fed beralih fokus untuk menghidupkan kembali pertumbuhan ekonomi dan mengurangi kekhawatiran inflasi.
Menurut David Tepper dari Appaloosa Management, pelaku pasar tak bisa lepas dari tren pasar. "Saya tidak suka valuasi multipelnya, tapi bagaimana saya bisa tidak memilikinya? Saya tidak akan pernah melawan Fed ini terutama ketika pasar memberi sinyal satu dan tiga perempat kali pemangkasan lagi sebelum akhir tahun, jadi sulit untuk tidak memilikinya," katanya kepada CNBC.
Namun, Tepper memperingatkan Fed kini berisiko memanaskan pasar dan ekonomi jika terlalu banyak memangkas suku bunga tahun depan.
Baca Juga
Wall Street ‘Mixed’ setelah Pernyataan Powell, Dow Melonjak di Atas 250 Poin
Kenaikan Kamis menempatkan indeks utama di jalur keuntungan mingguan solid. S&P 500 naik 0,7% untuk pekan ini, menuju kenaikan mingguan keenam dalam tujuh pekan terakhir. Dow 30 saham naik hampir 0,7% sepanjang pekan, sementara Nasdaq menguat 1,5%. Russell 2000 menjadi pemenang terbesar secara mingguan, menuju kenaikan hampir 3%.

