Yield Obligasi AS Naik, Investor Cermati Dilema The Fed
Poin Penting
- Yield Treasury 10 tahun naik 5 bps ke 4,062%, 2 tahun ke 3,558%, dan 30 tahun ke 4,679%.
- CPI AS Agustus naik 2,9% YoY, inflasi inti mencapai 3,1%.
- Klaim pengangguran mingguan tembus level tertinggi sejak Oktober 2021.
- HSBC perkirakan FOMC memangkas suku bunga 25 bps.
NEW YORK, investortrust.id – Imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (Treasury) naik pada Jumat (12/9/2025), seiring investor mencerna data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan serta klaim pengangguran mingguan yang melonjak ke level tertinggi sejak 2021.
Baca Juga
Inflasi Inti Jadi Fokus, Yield Obligasi AS 10-Tahun Jatuh ke 4,04%
Yield obligasi Treasury 10 tahun sebagai acuan naik lebih dari 5 basis poin menjadi 4,062%, pulih dari penurunan sehari sebelumnya. Treasury 2 tahun juga menguat 2 basis poin ke 3,558%, sementara yield Treasury 30 tahun bertambah 2 basis poin menjadi 4,679%.
Data terbaru menunjukkan indeks harga konsumen (CPI) naik 2,9% secara tahunan pada Agustus, dengan kenaikan bulanan terbesar sejak Januari. Inflasi inti tahunan—indikator yang lebih dicermati The Fed—mencapai 3,1%.
Baca Juga
Inflasi CPI AS Agustus Naik 2,9% YoY, Klaim Pengangguran Sentuh Level Tertinggi 4 Tahun
Meski begitu, laporan inflasi ini tertutup oleh lonjakan klaim pengangguran, yang menjadi sinyal pelemahan pasar tenaga kerja.
Ryan Wang, ekonom AS di HSBC, menilai hasil rapat FOMC 16–17 September kemungkinan besar adalah penurunan suku bunga 25 basis poin ke kisaran 4,00–4,25%.
“Namun, proyeksi ekonomi yang dirilis pada pertemuan tersebut bisa menunjukkan perbedaan fokus di antara pembuat kebijakan, apakah lebih condong pada mandat inflasi atau lapangan kerja,” tulisnya dalam sebuah catatan, seperti dikutip CNBC.

