Ditopang Saham Pertahanan dan Farmasi, Bursa Eropa Menguat
Poin Penting
- Kontrak kapal perang £10 miliar Inggris–Norwegia dorong saham sektor pertahanan, BAE Systems naik 1,9% dan Babcock 2,1%.
- Novo Nordisk meroket 1,8% setelah data uji klinis tunjukkan Wegovy lebih efektif dibanding obat rival Eli Lilly.
- Denmark pangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi.
- Investor global fokus ke kebijakan The Fed dan data manufaktur Tiongkok.
LONDON, investortrust.id – Bursa saham Eropa menguat, didorong kabar besar dari dua sektor strategis, yaitu pertahanan dan farmasi. Kabar pesanan kapal perang oleh Norwegia dan data uji klinis positif dari Novo Nordisk menjadi katalis yang mendongkrak sentimen investor, meski bayang-bayang perlambatan ekonomi dan kebijakan suku bunga global masih membayangi.
Baca Juga
Dikutip dari CNBC, indeks Stoxx Aerospace and Defense pada Senin (1/9/2025) naik 2,2% setelah pemerintah Inggris memastikan kesepakatan ekspor kapal perang senilai £10 miliar (US$13,5 miliar) dengan Norwegia. Kontrak pembangunan fregat Type 26 oleh BAE Systems di Glasgow menjadi rekor terbesar ekspor kapal perang Inggris sepanjang masa, menopang hingga 4.000 lapangan kerja ke dekade 2030-an. Saham BAE Systems sendiri menguat 1,9%, sementara Babcock International naik 2,1%.
Dari sektor farmasi, saham Novo Nordisk melesat 1,8% usai merilis data uji klinis obat manajemen berat badan Wegovy (semaglutide). Studi menunjukkan efektivitas Wegovy dalam menekan risiko serangan jantung, stroke, atau kematian hingga 57% lebih besar dibanding tirzepatide—bahan aktif dari Zepbound dan Mounjaro milik Eli Lilly. Persaingan obat penurun berat badan yang kian ketat menjadikan kedua raksasa farmasi ini sorotan investor global.
Namun, investor juga mencatat catatan hati-hati dari Denmark yang pekan lalu memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi lebih dari setengah, menyebut turunnya pangsa pasar Novo di AS, tarif ekspor, serta tekanan dari kompetitor generik sebagai faktor utama.
Di sisi makro, rilis data Eropa relatif sepi, meski pasar menunggu angka pertumbuhan Turki dan tingkat pengangguran Uni Eropa. Sementara itu, investor global masih menakar peluang pemangkasan suku bunga The Fed pada pertemuan 16–17 September, menyusul pidato dovish Jerome Powell pekan lalu.
Baca Juga
Powell Indikasikan Kemungkinan Pemangkasan Suku Bunga, tapi Tetap ‘Hati-hati’
Pasar Asia-Pasifik bergerak variatif, dengan fokus pada data manufaktur Tiongkok. Indeks manufaktur RatingDog (dahulu Caixin PMI) tercatat 50,5 pada Agustus, rebound dari kontraksi 49,5 bulan sebelumnya. Namun PMI resmi tetap di bawah ambang ekspansi di angka 49,4. Investor juga mencermati dinamika India–China setelah kedua negara menegaskan diri sebagai mitra pembangunan dalam pertemuan Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO).
Pasar keuangan AS sendiri tutup pada Senin karena libur Hari Buruh, sehingga perhatian investor global terpusat pada pergerakan pasar Eropa dan Asia.

