AS-UE Sepakati Tarif Otomotif dan Farmasi, Eropa Didorong Perbesar Belanja Energi dan Pertahanan
Poin Penting
- AS-UE sepakat tarif otomotif Eropa ditetapkan 15%, turun dari ancaman 30%.
- Farmasi Eropa dikenai batas tarif maksimal 15%, dengan pengecualian obat generik.
- UE berkomitmen membeli energi AS senilai US$750 miliar dan investasi tambahan US$600 miliar.
- Paket dagang juga mencakup komitmen pengadaan pertahanan AS dan penghapusan tarif industri.
WASHINGTON/BRUSSEL, investortrust.id - Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE) mengumumkan rincian terbaru kerangka perdagangan mereka, menandai salah satu kesepakatan transatlantik paling signifikan dalam satu dekade terakhir. Paket ini mencakup tarif otomotif dan farmasi, sekaligus komitmen investasi jumbo dari Brussel ke Washington.
Baca Juga
Trump Menang Lagi, Tetapkan Tarif Impor 15% bagi Uni Eropa dan 0% bagi Barang AS ke Eropa
Setelah berminggu-minggu negosiasi intens, Brussel dan Washington akhirnya mencapai kesepakatan dagang akhir bulan lalu, yang menetapkan tarif umum 15% atas ekspor Uni Eropa ke AS. Berdasarkan kesepakatan itu, Uni Eropa juga berkomitmen membeli energi AS senilai US$750 miliar dan berinvestasi setidaknya tambahan US$600 miliar di AS.
Banyak pemimpin politik dan bisnis di Eropa saat itu menyuarakan kekhawatiran bahwa kesepakatan tersebut tidak seimbang. Beberapa pertanyaan masih belum terjawab, termasuk tarif apa yang berlaku pada sejumlah barang yang dikenakan bea sektor tertentu oleh Presiden AS Donald Trump.
Pengumuman ini akhirnya memberikan rincian lebih jauh pada saat banyak mitra dagang lain masih menunggu, dan bernegosiasi, untuk mendapatkan kejelasan serupa mengenai perjanjian mereka dengan AS.
“Ini adalah perjanjian dagang paling menguntungkan yang pernah diberikan AS kepada mitra mana pun,” ujar Komisioner Perdagangan UE Maros Sefcovic kepada wartawan usai pengumuman, Kamis (21/8/2025).
“Tapi ini bukan akhir. Ini adalah awal. Kerangka ini adalah langkah pertama, yang bisa berkembang seiring waktu untuk mencakup lebih banyak sektor, memperluas akses pasar, dan memperkuat hubungan ekonomi kita lebih jauh,” tambahnya, seperti dikutip CNBC.
Kayu, teknologi, dan regulasi
Poin utama dalam pernyataan itu termasuk komitmen AS untuk “menerapkan tarif yang lebih tinggi antara tarif Most Favored Nation (MFN) AS atau tarif 15 persen, yang terdiri atas tarif MFN dan tarif timbal balik, pada barang asal Uni Eropa.”
Mulai 1 September, AS hanya akan menerapkan bea MFN pada sejumlah barang dari UE, termasuk “sumber daya alam yang tidak tersedia (termasuk gabus), seluruh pesawat dan suku cadangnya, obat generik beserta bahan dan prekursor kimianya.”
Beberapa tarif yang disebut sebagai Section 232 ditetapkan pada batas tarif umum 15%, termasuk kayu, semikonduktor, dan farmasi, menurut seorang pejabat senior pemerintahan AS. Angka ini jauh lebih rendah dari tarif yang kadang diancamkan Trump, termasuk bea 100% pada semikonduktor.
Sementara itu, pernyataan tersebut mencatat bahwa UE berniat “menghapus tarif atas seluruh barang industri AS dan memberikan akses pasar preferensial bagi berbagai produk perikanan dan pertanian AS.” Hal ini sebelumnya sudah tercakup dalam kerangka awal.
Pernyataan itu juga menyinggung soal komitmen pembelian energi dan investasi UE, yang sebelumnya memunculkan pertanyaan tentang kelayakan serta potensi konsekuensi bila komitmen tersebut tidak terealisasi.
Pengumuman terbaru mengulangi angka belanja yang direncanakan UE, termasuk untuk chip kecerdasan buatan, energi, dan investasi lebih luas di AS, namun digambarkan sebagai niat dan ekspektasi, bukan komitmen yang dijamin, menurut pejabat senior pemerintah.
Pernyataan Kamis itu juga menyoroti rencana UE untuk “secara substansial” meningkatkan pengadaan peralatan militer dan pertahanan AS, bahkan ketika Eropa berkomitmen memperkuat kemampuan pertahanannya sendiri.
Menariknya, kesepakatan terbaru tidak mencakup perubahan terkait Digital Services Act UE, yang berisi regulasi untuk perusahaan teknologi besar dan lama menjadi titik gesekan dalam perundingan dagang dengan Trump.
Baca Juga
Negosiasi Alot, Trump Disebut Tuntut Tarif Minimum hingga 20% terhadap Uni Eropa
Sefcovic pada Kamis menegaskan sektor digital sengaja dikeluarkan dari perundingan dagang.
Ia juga menanggapi pertanyaan terkait sektor wine dan minuman beralkohol, yang tidak tercakup dalam kesepakatan. Komisioner perdagangan UE itu menyebutkan bahwa, meski tidak mudah mencapai kesepakatan dengan Washington di sektor ini, “pintu-pintu ini tidak tertutup selamanya.”
Farmasi
Sektor farmasi Eropa — sumber utama impor farmasi AS — juga akan dikenakan tarif maksimal 15%. Penting dicatat, tarif ini tidak ditumpuk di atas tarif umum UE lainnya.
Mulai 1 September, pemerintahan Trump juga setuju hanya menerapkan kebijakan harga obat MFN untuk farmasi generik. Arahan ini bertujuan menurunkan harga obat di AS dengan mengaitkannya pada harga lebih rendah yang biasanya dibayar oleh negara-negara maju lain.
Pada April lalu, pemerintahan Trump meluncurkan investigasi Section 232 terhadap produk farmasi untuk menilai dampak impor terhadap keamanan nasional. Dalam beberapa pekan terakhir, Trump mengancam bea setinggi 250% pada sektor farmasi dan mengirim ultimatum kepada perusahaan besar agar menurunkan harga obat di AS.
Pemimpin Gedung Putih itu lama mengecam sektor farmasi atas apa yang ia sebut sebagai praktik harga “abusive,” sembari mendorong perusahaan memindahkan operasi manufakturnya ke dalam negeri guna memperkuat produksi domestik.
Baca Juga
Uni Eropa Siapkan Tarif Balasan Senilai 21 Miliar Euro, Ini Tanggapan Trump
Hal itu mendorong gelombang komitmen investasi di AS dalam beberapa bulan terakhir, termasuk dari Novartis, AstraZeneca, dan Roche, serta penyesuaian harga dari Novo Nordisk dan Eli Lilly.
Otomotif
AS dan UE pada Kamis menyatakan mereka telah sepakat pada tarif bersyarat 15% untuk mobil dan suku cadang mobil Eropa yang dikirim ke AS — tetapi hanya setelah Brussel mengeluarkan legislasi untuk menurunkan bea industrinya, menurut seorang pejabat senior pemerintahan.
Pejabat itu menambahkan bahwa sekadar pengenalan legislasi UE untuk menurunkan tarif industri sudah cukup untuk memulai pertukaran dagang ini.
“Terkait otomotif, Amerika Serikat dan Uni Eropa berniat menerima dan memberikan pengakuan timbal balik atas standar masing-masing,” sebut AS dan UE dalam pernyataan bersama pada Kamis.
Berdasarkan kerangka perdagangan yang disepakati akhir Juli, UE menyatakan akan menghapus bea “yang sudah rendah” atas barang industri dari AS.
Berbicara akhir bulan lalu, Trump memuji kerangka awal itu sebagai kesepakatan dagang terbesar yang pernah dibuat dan menjanjikan akan “luar biasa untuk mobil.”
Prospek tarif 15% untuk mobil dan suku cadang mewakili penurunan signifikan dari ancaman tarif 30% yang sempat dilontarkan presiden AS. Angka ini juga hampir memangkas separuh tarif yang berlaku atas sektor otomotif Eropa dari 27,5%.
Kelompok industri sebelumnya menyatakan kekhawatiran mendalam soal biaya dari kenyataan tarif ini. Asosiasi Industri Otomotif Jerman, atau VDA, yang mewakili lebih dari 620 perusahaan di sektor otomotif Jerman, memperingatkan bahwa tarif 15% AS atas produk otomotif akan “menghabiskan miliaran dolar setiap tahun bagi perusahaan otomotif Jerman dan membebani mereka di tengah proses transformasi.”

