Harga Minyak Anjlok Lebih dari 1%, Pasar Cermati Isyarat Perdamaian Ukraina-Rusia
Poin Penting
• Brent dan WTI ditutup melemah lebih dari 1%
• Trump sebut AS siap beri jaminan keamanan bagi Ukraina
• Kilang Tiongkok beli 15 kargo minyak Rusia, India kurangi permintaan
• Analis memproyeksikan harga bisa turun ke $58/barel jika ketegangan mereda
HOUSTON, investortrust.id - Harga minyak dunia tergelincir pada Selasa (19/8/2025) setelah harapan tercapainya kesepakatan antara Moskow dan Kyiv memunculkan prospek pencabutan sanksi terhadap ekspor energi Rusia. Sinyal ini memberi tekanan pada sentimen pasar yang sebelumnya sempat menguat.
Baca Juga
Trump Sebut Pertemuan Putin–Zelenskyy Sedang Diatur, Kyiv Siap Tanpa Syarat
Kontrak Brent ditutup melemah 1,22% ke $65,79 per barel, sedangkan WTI untuk pengiriman September anjlok 1,69% ke $62,35 per barel.
“Pasar sudah membangun posisi jual besar. Jika gencatan senjata gagal, rebound harga sangat mungkin terjadi,” kata Phil Flynn, analis senior Price Futures Group, memperingatkan.
Setelah pertemuan di Gedung Putih pada Senin dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan sekutu Eropa, Presiden AS Donald Trump mengumumkan melalui media sosial bahwa ia telah berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Trump mengatakan persiapan sedang dilakukan untuk pertemuan antara Putin dan Zelenskiy, yang bisa mengarah pada KTT trilateral melibatkan ketiga pemimpin tersebut.
Suvro Sarkar, analis energi utama di DBS Bank, mengatakan sikap Trump yang lebih lunak terkait sanksi sekunder terhadap importir minyak Rusia telah mengurangi risiko gangguan pasokan global, sehingga sedikit meredakan ketegangan geopolitik.
Kilang-kilang Tiongkok telah membeli 15 kargo minyak Rusia untuk pengiriman Oktober dan November, seiring turunnya permintaan India terhadap ekspor Moskow, kata dua analis dan seorang pedagang pada Selasa.
Zelenskyy menggambarkan pembicaraannya dengan Trump sebagai “sangat baik” dan menyoroti diskusi tentang kemungkinan jaminan keamanan AS untuk Ukraina. Trump mengonfirmasi AS akan memberikan jaminan tersebut, meskipun cakupan dukungan masih belum jelas.
Trump telah mendorong agar perang paling mematikan di Eropa dalam 80 tahun terakhir ini segera diakhiri, namun Kyiv dan sekutunya khawatir Trump berupaya memaksakan kesepakatan dengan syarat-syarat Rusia.
Baca Juga
“Hasil yang dapat menurunkan ketegangan dan menghapus ancaman tarif atau sanksi sekunder akan mendorong harga minyak bergerak turun menuju target rata-rata kami $58 per barel untuk kuartal IV-2025/kuartal I-2026,” kata Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD Securities, dalam sebuah catatan, seperti dikutip Reuters.

