Harga Emas Tertekan di Tengah Isyarat Gencatan Senjata Israel - Hizbullah
JAKARTA, investortrust.id - Harga emas menurun ke zona US$ 2.625 per troy ons Selasa (26/11/2024) di tengah laporan tentang Israel yang hampir mencapai gencatan senjata dengan Hizbullah.
Riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange (ICDX) memaparkan, dalam berita yang beredar pada Senin (25/11/2024), Israel mengatakan bahwa mereka bergerak menuju gencatan senjata dalam perang dengan Hizbullah tetapi masih ada masalah yang harus diatasi. Sementara pejabat Lebanon menyuarakan optimisme yang hati-hati tetapi mengatakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak dapat dipercaya.
"Di sisi lain, pencalonan Scott Bessent oleh Trump sebagai Menteri Keuangan AS menambah kekhawatiran pasar. Meskipun Bessent mendukung agenda kebijakan proteksionisme dan pemotongan pajak Trump, pasar memperkirakan bahwa ia kemungkinan melunakan tarif Trump dan mengimbangi inflasi dengan mengurangi belanja pemerintah," tulis riset ICDX, Selasa (26/11/2024).
Baca Juga
Ada Titik Terang Gencatan Senjata Israel-Hizbulah, Harga Emas Terhempas Lebih dari 3%
Berdasarkan komentar-komentarnya sebelumnya, dua hal yang sangat diinginkan oleh Bessent adalah memangkas tumpukan utang AS dan menggagalkan persaingan dari China. Selain itu, Presiden terpilih AS Donald Trump mengatakan bahwa ia akan mengenakan tarif 25% kepada Meksiko dan Kanada untuk semua produk yang masuk ke AS dan akan mengenakan tarif tambahan 10% kepada China.
Secara terpisah, Presiden The Fed Minneapolis Neel Kashkari mengatakan bahwa masih layak untuk mempertimbangkan penurunan suku bunga lagi pada pertemuan kebijakan FOMC bulan Desember.
"Fokus pasar ke depan menunggu risalah rapat Federal Reserve (The Fed) pada November 2024, revisi pertumbuhan ekonomi AS, dan data inti PCE yang diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai prospek kebijakan bank sentral," ulas riset tersebut.
ICDX memproyeksikan saat ini harga emas meningkat dengan support beralih ke area US$ 2.600 dan resistance terdekat di area US$ 2.654. Sementara support terjauhnya berada dikisaran US$ 2.585 - US$ 2.540, sedangkan resistance terjauhnya berada di area US$ 2.685 - US$ 2.745.

