Wall Street Tertekan Saham ‘Big Tech’, tapi Dow Sempat Sentuh Rekor
Poin Penting
• S&P 500 turun 0,59%, Nasdaq jatuh 1,46%
• Dow Jones sempat cetak rekor, didorong Home Depot
• Saham chip dan teknologi besar alami tekanan jual
• Analis nilai reli AI butuh jeda sebelum lanjut
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS tertekan pada perdagangan Selasa waktu AS atau Rabu (20/8/2025) WIB. Indeks S&P 500 melemah terseret saham Nvidia dan penurunan luas di sektor teknologi.
Baca Juga
Indeks pasar luas S&P 500 turun 0,59% dan ditutup di 6.411,37, sedangkan Nasdaq Composite merosot 1,46% menjadi 21.314,95. Dow Jones Industrial Average naik 10,45 poin atau 0,02%, berakhir di 44.922,27. Indeks 30 saham ini sempat menyentuh rekor baru dalam sesi perdagangan, didorong oleh lonjakan saham Home Depot.
Saham-saham teknologi besar dan produsen chip terkemuka mengalami penurunan. Saham Nvidia turun 3,5%, sementara Advanced Micro Devices dan Broadcom masing-masing merosot 5,4% dan 3,6%.
Saham Palantir, salah satu saham perangkat lunak dengan kenaikan tinggi sebelumnya, jatuh lebih dari 9%, menjadikannya kinerja terburuk di S&P 500. Saham teknologi lain seperti Tesla, Meta Platforms, dan Netflix juga tertekan.
“Perdagangan AI mungkin tidak runtuh, tetapi bisa jadi sedang mengambil napas. Setelah reli lebih dari 40% untuk NASDAQ sejak April, jeda secara historis normal saat pasar menyesuaikan diri dengan data ekonomi terbaru dan kebijakan The Fed yang diantisipasi,” urai Jayson Bronchetti, Chief Investment Officer di Lincoln Financial, seperti dikutip CNBC.
Baca Juga
Pejabat The Fed Michelle Bowman Dorong Tiga Kali Pemangkasan Suku Bunga 2025
“Seiring pergeseran modal menuju perusahaan di berbagai sektor yang menunjukkan kemampuan menerapkan AI untuk meningkatkan margin dan efisiensi, potensi rotasi dan partisipasi lebih luas bisa menopang kenaikan yang lebih berkelanjutan, meski dalam jangka pendek pasar tetap bergejolak,” tambah Bronchetti.

