Tarif Trump Masih Bisa Dinegosiasikan, Wall Street Bergerak Positif
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Pasar saham Amerika Serikat ditutup positif pada Senin waktu AS atau Selasa (15/7/2025), meskipun tekanan geopolitik dari Gedung Putih terus membayangi. Indeks S&P 500 mencatat kenaikan tipis sebesar 0,14% menjadi 6.268,56. Nasdaq Composite naik 0,27% ke 20.640,33, sementara Dow Jones Industrial Average bertambah 88 poin ke 44.459,65.
Baca Juga
Wall Street Melonjak di Tengah Badai Tarif Trump, S&P 500 dan Nasdaq Tembus Rekor
Kenaikan ini terjadi di tengah ancaman Presiden Donald Trump yang menyatakan akan mengenakan tarif 30% terhadap Uni Eropa dan Meksiko mulai 1 Agustus. Meski demikian, pelaku pasar tampaknya menilai ancaman itu masih bisa dinegosiasikan. Pasar masih lebih percaya pada diplomasi tarif.
Para pemimpin dari Uni Eropa dan Meksiko telah menyampaikan keinginan untuk terus melakukan pembicaraan dengan Washington sepanjang Juli demi mencapai kesepakatan tarif yang lebih rendah. Sentimen ini meredam tekanan jual yang sempat muncul saat pengumuman pertama beredar.
Fokus Kinerja Laba
Pekan ini menjadi awal musim laporan keuangan kuartal kedua yang padat, dengan JPMorgan Chase dan sejumlah bank besar dijadwalkan merilis hasil kinerjanya. Ekspektasi pasar relatif optimistis.
“Pertanyaan kuncinya: apakah laba bisa cukup kuat untuk mengalahkan kekhawatiran soal tarif?” ujar Glen Smith, CIO GDS Wealth Management, seperti dikutip CNBC. “Selama ini pasar menunjukkan ketahanan, tapi dinamika tarif tetap jadi ancaman laten.”
Pasar juga menanti rilis data inflasi terbaru, yang dapat memberi sinyal baru tentang dampak tarif Trump yang sudah berlaku sejak kuartal sebelumnya terhadap harga konsumen.
Di luar isu tarif, investor juga mengamati meningkatnya tensi antara Presiden Trump dan Ketua The Fed Jerome Powell. Kevin Hassett, Direktur Dewan Ekonomi Nasional, menyebut dalam wawancara televisi bahwa Trump bisa memecat Powell “jika ada alasan,” sebuah pernyataan yang memantik spekulasi di pasar.
Baca Juga
Gedung Putih Tuding Powell Salah Kelola The Fed, Soroti Renovasi Kantor Pusat
Perseteruan ini meruncing setelah Gedung Putih menyelidiki biaya renovasi kantor pusat The Fed di Washington. Trump sendiri sudah berulang kali mengkritik Powell karena enggan memangkas suku bunga lebih agresif di tengah ketidakpastian ekonomi.
Pasar Bertahan
Meskipun minggu sebelumnya ditutup negatif, indeks utama Wall Street masih bertengger dekat level tertingginya sepanjang sejarah. Hal ini menunjukkan pasar relatif tenang, dengan harapan bahwa pendapatan korporasi tetap mampu menyerap tekanan dari sisi kebijakan.
Jika inflasi tidak melonjak dan laba tetap solid, pasar diperkirakan bisa terus menanjak. Tapi jika tarif benar-benar diberlakukan penuh per 1 Agustus, peta akan berubah total.
Bulan Juli kini menjadi momen krusial: antara laporan laba, data inflasi, diplomasi tarif, dan ketegangan internal Washington. Investor tengah bersiap menyimak setiap sinyal dengan cermat sebelum mengambil posisi lebih agresif di paruh kedua tahun ini.

