Wall Street Respons Positif Kebijakan Tarif Trump, Dow Melonjak Lebih dari 500 Poin
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS menguat pada Selasa waktu AS atau Rabu (22/01/2025) WIB. Wall Street melihat komentar dan tindakan hari pertama Presiden Donald Trump terkait perdagangan internasional lebih moderat daripada yang awalnya dikhawatirkan.
Baca Juga
Wall Street Bangkit, Dow dan S&P 500 Catat Pekan Terbaik sejak Periode Pemilu AS
Dow Jones Industrial Average naik 537,98 poin atau 1,24% menjadi 44.025,81. Indeks S&P 500 naik 0,88% menjadi 6.049,24, sementara Nasdaq Composite naik 0,64% menjadi 19.756,78.
Saham 3M melonjak lebih dari 4% setelah laporan keuangannya melampaui ekspektasi analis. Saham berkapitalisasi kecil juga ikut meramaikan reli hari Selasa, dengan indeks Russell 2000 naik sekitar 1,9%.
Beberapa saham teknologi besar juga mengalami kenaikan, dengan Amazon dan Nvidia masing-masing naik lebih dari 2%. Namun, penurunan lebih dari 3% pada saham Apple akibat dua penurunan peringkat dari Wall Street membatasi keuntungan Nasdaq yang berorientasi pada teknologi.
Trump mengatakan bahwa ia sedang mempertimbangkan tarif 25% untuk Meksiko dan Kanada mulai 1 Februari karena kebijakan perbatasan mereka saat menandatangani perintah eksekutif hari pertama di Gedung Putih pada Senin malam. Ia juga menyebutkan China, dengan mencatat bahwa AS dapat memberlakukan tarif jika negara tersebut tidak menyetujui kesepakatan TikTok.
Pada akhirnya, Trump mengeluarkan memorandum luas yang mengarahkan lembaga federal untuk mempelajari apa yang dianggapnya sebagai kebijakan perdagangan tidak adil dengan negara asing. Namun, presiden tidak langsung mengesahkan tarif baru pada hari pertama kembali ke Ruang Oval, yang oleh investor dianggap sebagai tanda bahwa ia mungkin kurang agresif soal tarif dibandingkan yang diperkirakan sebelumnya.
"Pengumuman kebijakan tarif Presiden Trump pada hari pelantikan lebih ringan dari yang diharapkan. Untuk saat sekarang, ini adalah prioritas yang lebih rendah dari yang kami perkirakan," beber Alec Phillips, ekonom politik utama AS di Goldman Sachs, dalam sebuah catatan kepada klien, seperti dikutip CNBC.
Baca Juga
Trump Akan Kenakan Tarif Tambahan 10% untuk China, 25% untuk Kanada dan Meksiko
Namun, Phillips mencatat bahwa bahasa Trump tentang Kanada dan Meksiko sebenarnya lebih keras daripada yang dia antisipasi. Meski begitu, ekonom tersebut mengatakan bahwa ia menurunkan kemungkinan AS akan memberlakukan tarif universal pada semua impor tahun ini, yang dapat memberikan keyakinan kepada para pedagang yang sebelumnya khawatir bahwa kebijakan luas semacam itu dapat memicu kembali inflasi.
Trump mengatakan bahwa ia belum siap untuk tarif universal dan tetap samar saat membahas tarif terhadap China.
Selain kebijakan perdagangan, Wall Street juga memantau apakah Trump akan menindaklanjuti pernyataan pro-bisnis yang ia buat selama kampanyenya. Salah satu yang paling menonjol adalah seruannya untuk melonggarkan regulasi, yang telah membantu mengangkat saham perbankan setelah kemenangan pemilihannya pada bulan November. Komponen lain dari apa yang disebut "Trump trade", termasuk saham berkapitalisasi kecil, saham minyak, dan bitcoin, kemungkinan akan sangat sensitif terhadap apa yang dilakukan pemerintahannya.
Dalam pidato pelantikannya, presiden menyebut kembalinya dia ke Gedung Putih sebagai awal dari periode pertumbuhan dan kesuksesan bagi negara, sambil sebagian besar mengutuk pemerintahan Biden. Trump juga pada hari Senin menyatakan darurat energi nasional untuk meningkatkan produksi bahan bakar fosil.

