Prabowo dan Presiden Komisi Eropa: Perundingan CEPA RI-UE Rampung
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen mengumumkan bahwa Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (Comprehensive Economic Partnership Agreement/CEPA) antara Indonesia dan Uni Eropa (UE) telah rampung dibahas. Indonesia dan UE membutuhkan waktu sekitar 10 tahun untuk berunding.
"Hari ini kami berhasil membuat terobosan. Setelah berunding selama 10 tahun, kami merampungkan CEPA yang pada intinya merupakan perjanjian pasar bebas,” kata Presiden Prabowo saat memberikan pernyataan bersama dengan Presiden Ursula von der Leyen di markas Komisi Eropa, Brussels, Belgia, Minggu (13/7/2025).
Menurut Presiden, dalam perundingan CEPA Indonesia-UE, kedua pihak menyepakati banyak perjanjian. “Intinya, kami akan saling mengakomodasi kepentingan ekonomi satu sama lain, dan kami menemukan kepentingan-kepentingan itu saling menguntungkan satu sama lain," ujar dia.
Baca Juga
Ketum Kadin Anindya Sebut IEU-CEPA Buat 80% Ekspor RI ke Eropa Bebas Tarif
Presiden Prabowo juga menyatakan, dalam perundingan tersebut, kedua belah pihak saling bersepakat pada seluruh poin perjanjian. "Tidak ada poin-poin perjanjian yang tidak disetujui oleh Indonesia dan Uni Eropa," tegas Presiden Prabowo.
Karena itu pula, Presiden Prabowo mengungkapkan rasa bahagianya atas hasil perundingan tersebut. "Di tengah bangkitnya banyak kebingungan dan instabilitas, saya pikir kita membuat contoh yang baik," tutur dia.
Presiden Prabowo menyampaikan harapannya agar dokumen implementasi CEPA segera ditandatangani. "Jika perlu, ditandatangani di sini, di Brussels, sehingga saya punya kesempatan lagi untuk berkunjung ke Brussels," ujar Presiden Prabowo kepada Presiden von der Leyen.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen menyebut Indonesia dan UE berhasil mencapai kesepakatan politik untuk CEPA.
"Bapak Presiden, saya ingin berterima kasih atas kepemimpinan Bapak, dan bersama-sama kita mengirimkan sinyal yang kuat mengenai kerja sama jangka panjang dan terprediksi (antara Indonesia dan Uni Eropa)," kata Presiden von der Leyen.
Baca Juga
IEU-CEPA Sasar Investasi Sektor Reparasi dan Perawatan Pesawat Terbang
Von der Leyen menambahkan, total penduduk antara Indonesia dan Uni Eropa mencapai 730 juta orang, yang mana Indonesia merupakan pemasok utama barang-barang penting untuk Eropa.
Walaupun demikian, menurut dia, Indonesia saat ini menempati urutan ke-5 di ASEAN sebagai penerima investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) terbesar dari UE. Indonesia juga masih menjadi mitra dagang terbesar ke-5 UE di Asia Tenggara.
“Jadi, kami optimistis masih banyak potensi yang belum dieksplorasi. CEPA antara Indonesia dan UE dapat membuka peluang-peluang usaha dan kerja sama investasi yang baru antara dua belah pihak,” papar dia.
Presiden Prabowo melawat ke Brussels, Belgia, untuk memenuhi undangan Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen. Di Brussels, Presiden Prabowo juga dijadwalkan bertemu Presiden Dewan Eropa, António Costa dan Raja Belgia, Philippe Léopold Louis Marie. (ant)

