Ketum Kadin Anindya Sebut IEU-CEPA Buat 80% Ekspor RI ke Eropa Bebas Tarif
JAKARTA, investortrust.id – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) perjanjian perdagangan antara Indonesia dengan negara Uni Eropa melalui Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (Indonesia-EU CEPA).
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, mengatakan, IEU-CEPA menjadi peluang Indonesia di sektor perdagangan, karena dapat meningkatkan ekspor Indonesia. Apabila perjanjian perdagangan tersebut rampung, dapat menghilangkan sebanyak 80% tarif ekspor produk Indonesia ke negara Uni Eropa.
Baca Juga
Harga Minyak dan Emas Naik Imbas Iran vs Israel, Kadin Bicara Soal Dampaknya ke Indonesia
"(IEU-CEPA) akan menghilangkan tarif pada 80% ekspor Indonesia, seperti minyak, kakao, kopi, tekstil, peralatan makanan, makanan laut, dan akan membuka investasi lebih dalam pada sektor mineral-mineral semikonduktor, dan mineral kritis," ucapnya pada acara Economic Mission from the Netherlands to Indonesia di Hotel Shangri-La, Jakarta, Senin (16/6/2025).
IEU-CEPA menjadi peluang Indonesia di sektor perdagangan karena dapat meningkatkan ekspor. Salah satu negara Eropa yang menjadi pasar ekspor Indonesia terbesar hingga saat ini masih disumbang oleh Belanda.
Oleh sebab itu, Anindya Bakrie menilai, kerja sama yang dilakukan antara Indonesia dengan Belanda menjadi langkah penting, dan sebagai pintu masuk perdagangan dalam menavigasi pasar Eropa lainnya.
Baca Juga
Potensi Cuan Saham Bumi Minerals (BRMS) bisa 51%, Intip Analisa Berikut
"Jadi dengan adanya upaya Comprehensive Economic Partnership Agreement dari EU, Belanda bisa menjadi semacam kita punya mitra untuk bisa menavigasi European Union," terangnya.
Diketahui, selama lima tahun terakhir, nilai perdagangan antara Indonesia dengan Belanda menunjukkan tren pertumbuhan positif, yakni sebesar 6,36%. Adapun, pada tahun 2024, total perdagangan kedua negara mencapai US$ 5,7 miliar.

