Saham Berjangka AS Anjlok Dipicu Ketidakpastian Tarif Trump
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id – Bursa berjangka Amerika Serikat tergelincir pada awal pekan ini setelah Presiden Donald Trump mengonfirmasi bahwa tarif dagang baru akan berlaku mulai 1 Agustus, bukan 9 Juli seperti yang diperkirakan pelaku pasar. Penundaan ini memperpanjang ketidakpastian perdagangan global, dan memicu aksi ambil untung di tengah reli pasar yang rapuh.
Baca Juga
‘Deadline’ Makin Dekat, AS Akan Kirim Surat Pemberitahuan Tarif ke Mitra Dagang Global
Futures Dow Jones turun 148 poin atau 0,33%, sementara S&P 500 dan Nasdaq 100 masing-masing melemah 0,37% dan 0,35% pada perdagangan Minggu malam (6/7/2025) waktu AS .
“Tarif berlaku 1 Agustus. Namun Presiden sedang menyusun tarif dan kesepakatannya sekarang,” ujar Menteri Perdagangan Howard Lutnick, pernyataan yang langsung dikonfirmasi oleh Trump saat berbicara kepada wartawan.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan tarif akan kembali ke level 2 April jika tidak ada kemajuan signifikan dalam negosiasi. Investor yang berharap tenggat 9 Juli menjadi batas akhir penentuan arah kini harus menanti hingga awal bulan depan, memperbesar volatilitas jangka pendek.
Baca Juga
Menkeu AS Sentil Negara yang Gagal Bernegosiasi: Tarif Bisa Kembali ke Level ‘Liberation Day’
Wall Street sendiri baru saja mencetak rekor tertinggi, ditopang optimisme bahwa Gedung Putih akan menahan diri dari tarif terberat. Namun analis memperingatkan risiko tekanan pasar jika pembaruan kebijakan tidak sejalan dengan ekspektasi pelaku pasar.
“Negosiasi seperti ini umumnya memakan waktu bertahun-tahun. Meskipun lingkupnya lebih sempit dari perjanjian dagang penuh, ketidakpastian tetap tinggi,” tulis Rajeev Sibal dari Morgan Stanley, seperti dikutip CNBC.
Di sisi lain, beberapa analis justru melihat peluang kejutan positif di musim laporan keuangan kuartalan, jika perusahaan mampu menavigasi risiko tarif dengan baik.

