Saham Berjangka AS Anjlok Setelah Kebijakan Tarif Trump, Dow Futures Jeblok 450 Poin
NEW YORK, investortrust.id – Saham berjangka AS turun tajam setelah kebijakan tarif baru Pemerintahan Donald Trump pada Kanada, Meksiko, dan China.
Baca Juga
Gedung Putih Tegaskan Tarif Agresif terhadap Kanada, Meksiko, dan China Mulai Berlaku 1 Februari
Futures saham anjlok pada Minggu malam (02/02/2025), saat memulai bulan perdagangan baru. Investor mempertimbangkan tarif baru AS terhadap barang dari mitra dagang utama serta dampak potensialnya terhadap ekonomi dan laba perusahaan.
Futures yang terkait dengan Dow Jones Industrial Average turun 463 poin, atau 1%. futures S&P 500 turun 1,6%, sementara futures Nasdaq-100 kehilangan 2,1%.
Presiden Donald Trump pada Sabtu mengenakan tarif sebesar 25% pada barang dari Meksiko dan Kanada. Ia juga memberlakukan bea masuk sebesar 10% pada impor dari China. AS melakukan bisnis sekitar $1,6 triliun dengan ketiga negara tersebut.
Kanada merespons dengan tarif balasan, sementara Meksiko mengatakan akan mempertimbangkan bea masuk terhadap impor dari AS. Sementara itu, pemerintah China menyatakan akan mengajukan gugatan ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
Baca Juga
Balas Kebijakan Tarif Trump, Kanada Terapkan Tarif Impor bagi Sejumlah Produk AS
"Pasar kini mungkin harus menanggapi agenda tarif Trump secara harfiah, bukan hanya secara serius. Jika tingkat keseriusan baru ini tiba-tiba diperhitungkan dalam harga pasar, Senin bisa menjadi hari yang berat bagi pasar," urai Kepala Kebijakan dan Politik AS Wolfe Research, Tobin Marcus, dalam sebuah catatan, seperti dikutip CNBC.
Futures minyak dan bensin diperdagangkan lebih tinggi setelah pengumuman tarif AS. Dolar AS juga mengalami kenaikan.
Para trader juga menantikan pekan terbesar untuk laporan pendapatan kuartal keempat, yang semakin penting dalam menentukan kondisi pasar di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap tarif dan saham kecerdasan buatan yang masih dalam pengawasan. Lebih dari 120 perusahaan dalam S&P 500 dijadwalkan melaporkan hasil mereka, termasuk raksasa teknologi seperti Alphabet, Amazon, dan Palantir, serta perusahaan konsumen besar seperti Walt Disney dan Mondelez.
Laporan tenaga kerja non-pertanian bulan Januari juga akan dirilis pada Jumat, memberikan gambaran lebih lanjut mengenai kondisi ketenagakerjaan tahun ini. Ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan bahwa 175.000 pekerjaan telah ditambahkan bulan lalu. Tingkat pengangguran diperkirakan tetap tidak berubah di 4,1%.
Baca Juga
Wall Street Ambruk Dipicu Tarif Trump, Dow Anjlok Lebih dari 300 Poin
Pasar saham baru saja mengalami beberapa pekan yang bergejolak. Tiga indeks utama AS menutup sesi perdagangan Jumat dengan penurunan, tetapi para trader masih berhasil menutup bulan pertama tahun ini dengan keuntungan. S&P 500 naik 2,7% dan Nasdaq Composite, yang didominasi saham teknologi, bertambah 1,6% pada Januari, sementara Dow Jones Industrial Average mencatat kinerja terbaik dengan lonjakan 4,7% selama periode tersebut.

