Harga Minyak Tergelincir, Pasar Tunggu Keputusan Produksi OPEC+
Poin Penting
|
CALGARY, investortrust.id - Harga minyak melemah tipis pada Jumat (4/7/2025) dalam perdagangan yang sepi karena libur Hari Kemerdekaan AS. Pasar mengantisipasi pertemuan OPEC+ akhir pekan ini yang kemungkinan akan menghasilkan keputusan peningkatan produksi.
Baca Juga
Terjun 12% Sepekan, Minyak Global Catat Penurunan Mingguan Terdalam sejak 2022
Minyak Brent ditutup turun 50 sen atau 0,7% menjadi $68,30 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 50 sen atau 0,75% menjadi $66,50 per barel. Volume perdagangan cenderung rendah karena libur nasional di AS.
Meski demikian, harga Brent masih 0,8% lebih tinggi dibanding penutupan pekan lalu, dan WTI naik sekitar 1,5% secara mingguan.
Pertemuan OPEC+
Delapan negara anggota OPEC+ diperkirakan akan kembali menaikkan produksi minyak pada Agustus, menandai kenaikan keempat berturut-turut demi meningkatkan pangsa pasar. Pertemuan mereka dimajukan menjadi hari Sabtu.
"Jika kelompok ini memutuskan untuk menaikkan produksi sebesar 411.000 barel per hari (bph) di Agustus, seperti yang diperkirakan, maka proyeksi keseimbangan pasar minyak paruh kedua tahun ini akan direvisi dan menunjukkan peningkatan cadangan global yang lebih cepat," beber analis PVM, Tamas Varga.
Phil Flynn, analis senior dari Price Futures Group, menambahkan bahwa pasar menunjukkan aksi ambil untung di tengah kekhawatiran OPEC mungkin akan menaikkan produksi lebih besar dari ekspektasi.
Ia juga mencatat bahwa investor masih berada dalam mode 'wait and see', sambil mencermati dampak dari kebijakan pemotongan pajak dan belanja besar-besaran Presiden Donald Trump yang akan disahkan Jumat di Gedung Putih.
Baca Juga
DPR AS Loloskan RUU 'Megabill' Trump: Utang Membengkak, Jaring Sosial Dipangkas
Tekanan harga juga datang dari laporan Axios yang menyebut AS berencana melanjutkan pembicaraan nuklir dengan Iran pekan depan. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, mengatakan Teheran tetap berkomitmen pada Traktat Nonproliferasi Nuklir.
Baca Juga
Sementara itu, ketidakpastian soal kebijakan tarif AS kembali mencuat jelang berakhirnya masa jeda 90 hari pada 9 Juli. Enam diplomat Uni Eropa mengatakan bahwa upaya perundingan dengan pemerintahan Trump sejauh ini belum membuahkan hasil dan Eropa mungkin akan berupaya memperpanjang status quo untuk menghindari kenaikan tarif.
Di sisi lain, Barclays menaikkan proyeksi harga Brent sebesar $6 menjadi $72 per barel untuk 2025 dan sebesar $10 menjadi $70 per barel untuk 2026 seiring membaiknya prospek permintaan.

