Harga Emas Anjlok, Data Payroll AS Surutkan Harapan Pemangkasan Bunga Fed
Poin Penting
Harga emas spot turun 1% ke $3.325,48/ons, menyusul laporan nonfarm payrolls AS yang naik 147.000, mengalahkan ekspektasi pasar.
Penguatan dolar AS dan lonjakan yield obligasi menekan daya tarik emas, seiring pasar menghapus kemungkinan pemangkasan suku bunga The Fed pada Juli.
Ekspektasi pemangkasan suku bunga hingga akhir tahun turun dari 66 ke 53 basis poin, dengan pemangkasan pertama diperkirakan baru terjadi Oktober.
Logam mulia lain turut tertekan, termasuk platinum (-2,9%) dan paladium (-2,3%), sementara perak melemah tipis 0,2%.
NEW YORK, investortrust.id - Harga emas merosot pada Kamis (3/7/20225) setelah laporan ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve tidak akan segera memangkas suku bunga seperti yang sebelumnya diperkirakan. Sentimen ini mengurangi daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.
Baca Juga
Harga emas spot turun hampir 1% menjadi $3.325,48 per ons, sementara kontrak berjangka emas AS melemah 0,7% ke level $3.336,00.
Dolar AS dan indeks saham berjangka menguat setelah Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pertumbuhan nonfarm payrolls sebesar 147.000 pekerjaan pada Juni, mengalahkan proyeksi ekonom yang disurvei Reuters sebesar 110.000. Dolar yang lebih kuat membuat emas lebih mahal bagi pembeli luar negeri.
“Data tenaga kerja yang lebih kuat dari ekspektasi menurunkan kemungkinan pemangkasan suku bunga Fed dalam waktu dekat. Akibatnya, dolar menguat dan menekan pasar emas,” urai David Meger, Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures, seperti dikutip CNBC. Hal itu mengindikasikan peluang pemangkasan suku bunga di bulan Juli kini hampir tidak ada.
Para investor kini memperkirakan pemangkasan suku bunga Fed sebesar 53 basis poin hingga akhir tahun, dimulai pada Oktober—turun dari estimasi sebelumnya sekitar 66 basis poin.
Emas yang tidak memberikan imbal hasil biasanya berkinerja lebih baik dalam lingkungan suku bunga rendah.
Di sisi perdagangan global, kesepakatan antara Amerika Serikat dan Vietnam diumumkan pada Rabu, menjelang tenggat 9 Juli saat tarif AS dijadwalkan mulai berlaku.
Baca Juga
Trump Umumkan Kesepakatan Dagang dengan Vietnam, Kenakan Tarif 20%
Sementara itu, DPR AS yang dikendalikan Partai Republik mendorong megapaket pemotongan pajak dan belanja Trump menuju pemungutan suara final, dengan potensi menambah $3,4 triliun pada utang nasional.
Baca Juga
Lewati Negosiasi Alot, RUU ‘Megabill’ Trump Lolos di Senat AS
“Seiring terus bertambahnya utang AS, investor kemungkinan akan semakin khawatir terhadap nilai dolar, yang dalam jangka panjang bisa menguntungkan emas,” ujar Carsten Menke, analis Julius Baer.
Untuk logam mulia lainnya, harga perak turun tipis 0,2% menjadi $36,51 per ons, platinum anjlok 2,9% ke $1.376,80, dan paladium terkoreksi 2,3% ke $1.128,78.

