Persaingan Mobil Listrik di China Makin Ketat: BYD Melaju, Tesla Tertinggal
Poin Penting
|
BEIJING, investortrust.id – Industri mobil listrik (EV) Tiongkok kini menghadapi kompetisi sangat brutal. Di tengah perang harga yang kian panas, raksasa lama seperti Tesla mulai tergelincir, sementara pemain lokal seperti BYD, Xpeng, dan pendatang baru Xiaomi terus mencetak rekor penjualan.
Baca Juga
Startup Xpeng, salah satu pionir kendaraan listrik pintar, mencatatkan pengiriman 34.611 unit kendaraan pada Juni—menandai delapan bulan berturut-turut dengan penjualan di atas 30.000 unit. Saham perusahaan naik lebih dari 2% di bursa New York usai pengumuman itu.
Namun Xpeng tidak sendirian. BYD, yang kini menjadi raksasa tak tergoyahkan di pasar domestik, menjual 377.628 kendaraan penumpang pada Juni, lebih dari separuhnya adalah mobil listrik murni. Dalam enam bulan pertama 2025, BYD telah menjual 2,1 juta unit—mengungguli gabungan para pesaingnya.
“Kami percaya hanya BYD, Xiaomi, dan Geely yang akan mampu bertahan jika terjadi konsolidasi industri besar-besaran,” beber Michael Dunne, kepala Dunne Insights, dalam acara CNBC The China Connection. Ia menambahkan bahwa Nio mungkin terancam meski memiliki produk bagus, karena masalah keuangan kronis.
Sementara itu, Xiaomi, yang baru beberapa bulan masuk pasar EV, melaporkan lebih dari 25.000 pengiriman di bulan Juni. SUV barunya, YU7, yang diluncurkan dengan harga 10.000 yuan lebih murah dari Tesla Model Y, langsung mengantongi lebih dari 240.000 pesanan terkunci.
“Kami memperkirakan sebagian besar pesanan berasal dari para penimbun (scalper), mencerminkan ekspektasi pasar terhadap popularitas ekstrem model baru ini,” ujar Junheng Li, CEO JL Warren Capital, dalam sebuah catatan.
Baca Juga
Persaingan di Pasar Mobil Listrik Makin Brutal, Saham Tesla 'Nyungsep'
Tesla sendiri tampak makin tertekan. Penjualan kuartal kedua diperkirakan turun 12% secara tahunan, menjadi sekitar 128.000 unit. Perusahaan ini baru saja menaikkan harga Model 3 long-range AWD sebesar 10.000 yuan. Data Asosiasi Mobil Penumpang China menunjukkan, per Mei, Tesla hanya menduduki posisi kelima di pasar EV nasional.
Di sisi lain, Nio dan Li Auto mencatat performa campuran. Nio menjual 24.925 unit berkat pendorong dari lini baru Onvo dan Firefly. Li Auto menjual 36.279 unit, turun 11,2% dari bulan sebelumnya, namun total kuartalannya tetap melebihi target internal yang telah direvisi.
“Berdasarkan pantauan kanal distribusi kami, Li Auto mulai melarang praktik berbagi komisi dengan pelanggan sejak awal Juni,” tulis analis Nomura dalam laporan mereka. Langkah itu, menurut mereka, untuk menekan kompetisi internal dan memperbaiki pengalaman pelanggan.
Zeekr, merek EV premium milik Geely, mengalami penurunan tajam dengan hanya 16.702 unit terjual—turun hampir 17% secara tahunan. Sementara Leapmotor, mitra Stellantis untuk ekspansi global, melaporkan lonjakan pengiriman hingga 48.006 unit bulan lalu. Aito, yang didukung teknologi Huawei, mencatat 44.685 unit.
Tekanan persaingan juga memicu kekhawatiran di level pemerintahan. Presiden Xi Jinping, dalam rapat komisi keuangan tingkat tinggi pekan ini, mengkritik “kompetisi harga tidak sehat” dan menyerukan pengawasan lebih ketat terhadap “persaingan kacau dan harga murah.”
Jika tidak segera dikendalikan, menurut para analis, perang harga ini bisa memicu konsolidasi paksa di sektor EV Tiongkok—di mana hanya yang paling efisien dan inovatif yang akan bertahan.

