Persaingan di Pasar Mobil Listrik Makin Brutal, Saham Tesla 'Nyungsep'
JAKARTA, Investortrust.id - Saham produsen mobil listrik negeri Paman Sam, Tesla anjlok 6,6% pada perdagangan penutupan akhir pekan ini di Wall Street, Jumat (3/1/2025). Melorotnya saham perusahaan milik miliuner Elon Musk terjadi menyusul pengumuman penurunan penjualan tahunan.
Penurunan tahunan ini baru pertama kali dicatatkan Tesla setelah lebih dari satu dekade menjadi saham favorit para investor, menggambarkan semakin ketatnya persaingan di pasar kendaraan listrik (EV).
Produsen mobil yang berbasis di Texas ini telah mengalami pertumbuhan valuasi yang substansial sejak Elon Musk, sang CEO secara terang-terangan menyampaikan dukungannya kepada Donald Trump dalam pemilihan presiden AS. Lonjakan ini berkontribusi pada kekayaan pribadi Musk yang melampaui US$ 400 miliar atau setara dengan Rp 6,44 kuadrliun.
Namun penghuni Wall Street tampaknya tidak terkesan dengan kinerja penjualan kendaraan listrik Tesla pada kuartal keempat tahun lalu. Meskipun menawarkan insentif seperti diskon, Tesla berjuang untuk meningkatkan permintaan line up model lamanya demi menghadapi persaingan ketat dari pesaingnya asal China yang tengah moncer, BYD.
Baca Juga
Beroperasi 2026, Pabrik BYD Subang Ditargetkan Produksi Mobil Listrik 150 Ribu Unit
Pada kuartal terakhir tahun ini, Tesla mengirimkan 495.570 kendaraan, jauh dari proyeksi 503.269 unit. Sementara total pengiriman pada tahun 2024 mencapai 1,79 juta, turun 1,1% dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menandai penurunan pengiriman pertama Tesla dari tahun ke tahun sejak 2011.
Sebaliknya, BYD melaporkan lonjakan penjualan kendaraan listrik sebesar 41%, mencapai 1,77 juta kendaraan di akhir tahun 2024.
Susannah Streeter, Kepala uang dan pasar di Hargreaves Lansdown, mengatakan sinar Tesla telah meredup. Berbeda dengan analis di Wedbush yang tetap mempertahankan pandangan optimistis terhadap Tesla, menekankan potensi pertumbuhan yang berkelanjutan di bawah kepresidenan Trump.
“Kami selalu melihat Musk dan Tesla sebagai pemain terdepan dalam teknologi global yang disruptif,” kata mereka. “Fondasi dari visi strategis besar ini telah diletakkan selama lima tahun terakhir.
“Fase berikutnya, yang didorong oleh kendaraan otonom dan kemajuan AI, akan mendapatkan momentum di bawah kepemimpinan Trump di Gedung Putih,” demikian analisis Wedbush seperti dilansir Businessplus.ie.

