The Fed Abaikan Desakan Trump, Fokus pada Dampak Tarif terhadap Inflasi
WASHINGTON, investortrust.id - Ketua Federal Reserve Jerome Powell menegaskan kembali sikap hati-hati bank sentral dalam menghadapi dinamika ekonomi dan tekanan politik dari Presiden Donald Trump, dengan menyoroti risiko inflasi yang masih menggantung akibat kebijakan tarif impor.
Baca Juga
Berbicara di hadapan Komite Jasa Keuangan DPR AS pada Selasa (24/6/2025), Powell menyebut bahwa inflasi masih di atas target dan efek penuh dari tarif masih belum terlihat. “Kami tidak terburu-buru,” ujar Powell, seperti dikutip CNBC. “Kami perlu memastikan bahwa lonjakan harga akibat kebijakan perdagangan tidak berubah menjadi masalah inflasi berkelanjutan,” tambahnya.
Dalam paparannya, Powell memperkirakan indeks harga konsumsi pribadi (PCE) bisa menyentuh 2,3% untuk Mei, sementara inflasi inti berpotensi naik ke 2,6%. Ini memperkuat alasan The Fed untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan dalam jangka pendek, meski tekanan dari Gedung Putih makin keras.
Trump, melalui platform Truth Social, menyebut Powell sebagai “keras kepala dan bodoh” serta meminta Kongres untuk bertindak. Namun Powell menegaskan bahwa politik tidak memengaruhi keputusan The Fed. “Kami menjalankan tugas kami,” ujarnya, datar.
Baca Juga
Kecam Kebijakan The Fed, Trump Sebut Powell ‘Merusak’ Ekonomi AS
Pasar saat ini memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga di bulan Juli hanya 23%, sementara kemungkinan besar pengurangan suku bunga baru akan terjadi pada pertemuan FOMC September.
Di tengah perpecahan dalam dot plot—di mana sebagian besar anggota The Fed terbagi dalam skenario pemangkasan nol hingga tiga kali tahun ini—dua gubernur penting, Michelle Bowman dan Christopher Waller, menyatakan kesiapan mendukung pelonggaran pada Juli jika inflasi tetap terkendali.
Risiko Tarif Trump.
Menurut Powell, efek tarif pada inflasi kali ini akan sangat bergantung pada seberapa tinggi level akhir tarif dan durasinya. “Kami sedang mengevaluasi apakah ini hanya lonjakan satu kali, atau ada potensi ancaman struktural yang lebih dalam,” tegasnya.
Baca Juga
Powell Tolak Pemangkasan Suku Bunga di Tengah Tekanan Tarif Trump
Dengan pasar tenaga kerja dinilai masih solid dan konsumsi domestik stabil, fokus The Fed kini beralih pada kredibilitas kebijakan moneter. “Tanpa stabilitas harga, mustahil mempertahankan tenaga kerja kuat jangka panjang,” kata Powell.

