Sindir Powell, Trump Kembali Desak Pemangkasan Suku Bunga
WASHINGTON – investortrust.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan kritik tajam terhadap Gubernur The Federal Reserve Jerome Powell pada Kamis (12/6/2025) waktu setempat. Ia menyebut Powell sebagai "numbskull" karena enggan menurunkan suku bunga acuan.
Pernyataan ini meningkatkan tekanan politik terhadap bank sentral saat ekonomi menunjukkan tanda-tanda pelambatan inflasi.
Baca Juga
Trump Panggil Powell ke Gedung Putih, Desak Penurunan Suku Bunga?
"Kita akan menghabiskan 600 miliar dolar setahun, 600 miliar, hanya karena satu orang bodoh yang duduk di sini dan bilang, ‘Saya belum melihat alasan yang cukup untuk menurunkan suku bunga sekarang,’" kata Trump di Gedung Putih, seperti dikutip CNBC.
Trump mengeklaim bahwa pemangkasan suku bunga sebesar dua poin persentase akan memberikan penghematan fiskal besar bagi Amerika Serikat. "Tapi kita tidak bisa membuat orang ini melakukannya," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa dirinya mendukung kebijakan suku bunga ketat jika inflasi memang meningkat. "Tapi sekarang inflasi sedang turun, dan mungkin saya harus memaksakan sesuatu," kata Trump, tanpa merinci maksud pernyataan itu.
Komentar Trump muncul hanya beberapa jam setelah Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa indeks harga produsen (PPI) untuk Mei naik lebih rendah dari yang diperkirakan. Data ini memperkuat argumen bahwa inflasi tidak lagi menjadi ancaman utama dan memberi ruang bagi The Fed untuk menurunkan suku bunga guna menopang pertumbuhan.
Beberapa anggota kabinet juga bergabung dalam tekanan publik terhadap bank sentral. Menteri Perdagangan Howard Lutnick mengatakan, “Sulit dipercaya berapa banyak yang bisa kita hemat jika Powell melakukan tugasnya dan memangkas suku bunga. Ekonominya sudah siap. Ini mudah. Inflasi rendah.”
Wakil Presiden JD Vance dalam unggahan media sosial menulis, “Penolakan The Fed untuk memangkas suku bunga adalah bentuk malapraktik moneter.”
Baca Juga
Risalah FOMC: Pejabat The Fed Waspadai Dampak ‘Tarik Ulur’ Tarif Trump
Meski tekanan politik meningkat, pasar keuangan relatif tenang. Para pelaku pasar tetap memperkirakan bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan pekan depan. Probabilitas pemangkasan suku bunga pada bulan Juli juga masih rendah. Namun, ekspektasi penurunan suku bunga pada bulan September meningkat menjadi 76% pada Kamis, dari 69% sehari sebelumnya, menurut data CME Group.
Trump, yang sebelumnya sempat mempertimbangkan kemungkinan memecat Powell, kembali menyinggung isu tersebut, meski dalam nada santai.
Baca Juga
Powell Sebut akan Menolak Jika Trump Memintanya untuk Mengundurkan Diri
“Saya tidak akan memecat dia,” ujar Trump, “Tapi saya tidak tahu mengapa itu akan menjadi sesuatu yang buruk.”
Jerome Powell telah menyatakan bahwa presiden tidak memiliki kewenangan hukum untuk memecat kepala The Fed, dan Mahkamah Agung AS sebelumnya mengisyaratkan bahwa posisi gubernur bank sentral memiliki perlindungan hukum lebih kuat dibanding kepala lembaga eksekutif lainnya.

