Risiko Geopolitik Meningkat, Emas Melesat ke Level Tertinggi Sepekan
NEW YORK – investortrust.id - Harga emas melonjak ke level tertinggi dalam sepekan pada Kamis (12/6/2025), seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan data inflasi AS yang lebih lemah dari perkiraan, memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve.
Baca Juga
Harga Minyak Naik Tajam hingga 4,9% karena Ketegangan AS–Iran
Harga emas spot naik 1,1% menjadi $3.387,99 per ons, sementara kontrak berjangka emas AS melesat 2,0% ke posisi $3.410,70.
"Emas menguat dua hari berturut-turut terutama karena meningkatnya risiko geopolitik. Jika emas kembali menembus $3.400, ada resistensi minor di $3.417 dan $3.431 — namun potensi breakout ke rekor tertinggi baru kini terlihat semakin besar," beber Peter Grant, Vice President sekaligus Senior Metals Strategist di Zanier Metals, seperti dikutip CNBC.
Sentimen pasar didorong oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengatakan bahwa AS tengah memindahkan personel dari kawasan Timur Tengah karena situasi di sana "bisa menjadi sangat berbahaya." Ketegangan meningkat setelah Menteri Pertahanan Iran Aziz Nasirzadeh menyatakan bahwa jika Iran menjadi sasaran serangan, mereka akan membalas dengan menyerang pangkalan AS di wilayah tersebut.
Di sisi makroekonomi, data terbaru menunjukkan bahwa indeks harga produsen (PPI) AS pada Mei naik di bawah ekspektasi pasar. Selain itu, klaim awal tunjangan pengangguran mingguan tetap berada di level tinggi, menandakan pelonggaran bertahap dalam pasar tenaga kerja.
Baca Juga
Sentimen Inflasi dan Saham Teknologi Dongkrak Wall Street, Saham Oracle Melonjak 13%
Data tersebut memperkuat proyeksi pasar terhadap pelonggaran kebijakan moneter. Berdasarkan data terbaru, para pelaku pasar kini melihat peluang sebesar 80% bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada bulan September. Bahkan, pemangkasan kedua bisa terjadi pada Oktober — lebih awal dibandingkan proyeksi sebelumnya yang memperkirakan Desember.
Kondisi ini muncul setelah laporan inflasi konsumen (CPI) untuk bulan Mei yang dirilis Rabu lalu juga menunjukkan pelambatan, meredakan kekhawatiran inflasi yang membandel dan memberikan ruang bagi The Fed untuk lebih akomodatif.
Baca Juga
Sementara itu, Presiden Trump menyampaikan bahwa dirinya bersedia memperpanjang tenggat waktu 8 Juli terkait penyelesaian negosiasi dagang dengan berbagai negara sebelum tarif impor AS dinaikkan. Namun, Trump menilai perpanjangan tersebut kemungkinan besar tidak akan diperlukan.
Di pasar logam lainnya, harga perak spot turun tipis 0,07% menjadi $36,24 per ons setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak 2012 pada awal pekan. Grant menilai bahwa perak berpotensi menembus $40 dalam waktu dekat jika mampu melewati level psikologis $38, didukung oleh defisit pasokan jangka panjang dan penguatan teknikal.
Platinum bertahan di level $1.259,80 atau nyaris tidak berubah, namun masih berada di level tertinggi dalam lebih dari empat tahun terakhir. Sementara itu, harga palladium turun 2,7% menjadi $1.063.

