Wall Street Masih Bergejolak, Dow Jones Anjlok Lebih dari 500 poin
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS masih tertekan pada perdagangan Kamis waktu AS atau Jumat (18/4/2025) WIB. Indeks Dow Jones anjlok lebih dari 500 poin.
Baca Juga
Wall Street Ambruk Dipicu Aksi Jual Saham Teknologi, Dow Anjlok Hampir 700 Poin, Nasdaq Merosot 3%
Indeks S&P 500 naik tipis dalam perdagangan yang bergejolak, namun mengakhiri pekan perdagangan yang dipersingkat oleh libur dengan posisi lebih rendah karena tarif terus menjadi kekhawatiran bagi investor.
S&P 500 naik 0,13% dan ditutup di level 5.282,70 setelah sempat berfluktuasi antara keuntungan dan kerugian di awal sesi. Nasdaq Composite turun tipis 0,13% dan berakhir di 16.286,45.
Namun, Dow Jones Industrial Average merosot 527,16 poin, atau 1,33%, dan ditutup di 39.142,23. Indeks yang terdiri dari 30 saham unggulan ini terbebani oleh penurunan 22% pada saham UnitedHealth setelah perusahaan asuransi itu mencatatkan laba di bawah ekspektasi. Baik Dow maupun Nasdaq membukukan penurunan selama tiga hari berturut-turut.
Saham Nvidia melemah hampir 3% pada hari Kamis, melanjutkan penurunan hampir 7% di sesi sebelumnya. Perusahaan teknologi yang menjadi favorit dalam sektor kecerdasan buatan (AI) ini pada hari Selasa mengungkapkan beban kuartalan sekitar $5,5 miliar terkait pembatasan ekspor unit pemrosesan grafis H20 ke Tiongkok dan sejumlah negara lain karena kontrol ekspor AS.
Sementara UnitedHealth dan Nvidia menjadi beban bagi pasar, saham-saham besar lainnya memberikan dorongan positif. Eli Lilly melonjak 14% setelah hasil uji coba yang positif untuk pil penurun berat badan. Netflix naik 1% menjelang laporan keuangan dari raksasa streaming tersebut.
Saham-saham sempat naik pada Kamis sore setelah Presiden Donald Trump mengatakan bahwa ia memperkirakan akan tercapai kesepakatan dagang dengan Tiongkok dan Uni Eropa. Pernyataan ini muncul sehari setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell membuat investor khawatir dengan pernyataan bahwa kebijakan tarif Trump dapat mendorong inflasi dalam jangka pendek dan menimbulkan tantangan bagi bank sentral.
Meski demikian, indeks-indeks utama tetap mencatat kerugian mingguan, yang berakhir pada penutupan Kamis karena pasar tutup pada Hari Jumat Agung. Dow dan Nasdaq masing-masing turun lebih dari 2% sejak awal pekan, sementara S&P 500 melemah 1,5%.
Investor terus waspada sejak Trump pertama kali mengumumkan rencana tarif “resiprokal” — yang kemudian ia tarik kembali — pada 2 April. S&P 500 telah turun hampir 7% sejak saat itu. Dow dan Nasdaq masing-masing telah kehilangan lebih dari 7% dalam periode tersebut.
Baca Juga
Perang Dagang Memanas, Trump Tandatangani Rencana Tarif Resiprokal Besar-Besaran
“Ini adalah pasar yang sedang menunggu dan mencari arah,” ujar Rob Haworth, kepala strategi investasi senior di U.S. Bank Wealth Management, seperti dikutip CNBC. Sekarang, pasar menunggu untuk melihat apa yang terjadi dengan kesepakatan dagang.

