Harga Emas Naik Imbas Pelemahan Dolar dan Ketidakpastian Tarif Trump
NEW YORK, investortrust.id - Harga emas naik pada Selasa (14/4/2025), didorong oleh permintaan aset lindung nilai karena investor tetap waspada terhadap kebijakan tarif Trump, sementara pelemahan dolar juga turut memberikan imbas.
Baca Juga
Harga emas spot naik 0,7% menjadi $3.232,88 per ons. Emas batangan mencapai rekor tertinggi $3.245,42 pada Senin.
Kontrak berjangka emas AS naik 0,6% ke $3.245,00.
“Para trader menunggu perkembangan fundamental besar berikutnya untuk menggerakkan pasar emas, tetapi grafiknya masih menunjukkan tren bullish. Permintaan aset aman masih ada,” kata Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals, seperti dikutip CNBC.
Dokumen di Federal Register pada hari Senin menunjukkan bahwa pemerintahan AS sedang melanjutkan investigasi terhadap impor farmasi dan semikonduktor dalam upaya untuk mengenakan tarif.
Trump pada hari Minggu mengatakan ia akan mengumumkan tarif atas semikonduktor impor dalam minggu depan.
Emas, yang digunakan sebagai investasi aman di masa ketidakpastian politik dan keuangan, telah naik lebih dari 23% sejauh ini pada tahun 2025 dan telah mencetak beberapa rekor tertinggi.
“Kenaikan harga emas juga sebagian sejalan dengan pelemahan dolar yang terus berlanjut, yang menunjukkan erosi bertahap dari status mata uang AS sebagai aset aman. Emas kemungkinan menjadi alternatif bagi banyak investor USD,” tulis Commerzbank dalam sebuah catatan. Prospek kebijakan moneter jangka pendek memberikan dukungan tambahan bagi emas.
Dolar diperdagangkan mendekati posisi terendah tiga tahun terhadap mata uang utama, membuat emas lebih menarik bagi pemegang mata uang lainnya.
Pasar keuangan memperkirakan bank sentral AS akan kembali memangkas suku bunga pada bulan Juni setelah jeda pada Januari, dan akan menurunkan suku bunga acuannya sebesar 100 basis poin tahun ini.
Baca Juga
Goldman Sachs Perkirakan The Fed Pangkas Suku Bunga Tiga Kali Tahun 2025
Investor kini menanti pernyataan dari Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell, yang dijadwalkan akan berbicara pada hari Rabu, untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai arah suku bunga.

