Prabowo Tegaskan Rencana Evakuasi 1.000 Warga Gaza ke Indonesia Bukan Relokasi
JAKARTA, investortrust.id - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan rencana mengevakuasi 1.000 warga Palestina di Gaza yang terluka akibat serangan militer Israel bukan untuk merelokasi mereka. Dengan demikian, Prabowo menyatakan rencana evakuasi itu hanya bersifat sementara. Jika situasi di Gaza kembali stabil, para penyintas perang yang dievakuasi itu nantinya akan dipulangkan kembali ke sana.
“Tidak, tidak, tidak (relokasi). Kita ini untuk membantu,” kata Prabowo seusai menghadiri Antalya Diplomacy Forum (ADF) 2025 di Gedung Nest Convention Center, Antalya, Turki, Jumat (11/4/2025).
Baca Juga
Prabowo menekankan, rencana evakuasi warga Gaza itu masih dikonsultasikan ke para pemimpin Palestina dan sejumlah pemimpin negara di kawasan Timur Tengah. Rencana ini, kata Prabowo, didasari keinginan Indonesia membantu warga Palestina yang menderita akibat serangan Israel.
“Ya, itu tawaran kami untuk ikut serta membantu masalah kemanusiaan, penderitaan rakyat Palestina yang begitu dahsyat. Kami ingin berbuat sesuatu,” katanya.
Prabowo diketahui melakukan lawatan ke sejumlah negara sejak Rabu (9/4/2025). Salah satu misi dalam lawatan Prabowo ke Uni Emirat Arab (UEA), Turkiye, Mesir, Qatar, dan Yordania ini untuk berdiskusi mengenai krisis kemanusiaan di Gaza dan berkonsultasi mengenai rencana Indonesia mengevakuasi warga Gaza, Palestina.
Prabowo mengatakan banyak permintaan kepada Indonesia untuk lebih berperan dalam upaya penyelesaian konflik di Gaza dan wilayah Timur Tengah lainnya. Sebagai negara Gerakan Non-Blok dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia dianggap bisa diterima semua pihak, termasuk pihak yang bertikai. Untuk itu, Prabowo menyatakan kesiapan Indonesia berperan sesuai dengan kapasitas dan kemampuan yang dimiliki.
Baca Juga
Indonesia telah mengirimkan bantuan berupa makanan, alat-alat kesehatan, obat-obatan, pakaian, air bersih, untuk rakyat Palestina di Gaza.Indonesia juga telah mengirimkan kapal rumah sakit KRI dr Radjiman Wedyodiningrat untuk merawat korban-korban perang dari Gaza. Tak hanya itu, Indonesia juga mengirimkan tim dokter dan tenaga kesehatan ke Rafah, Gaza untuk memberikan layanan kesehatan di rumah sakit lapangan dan rumah sakit terapung.
Sementara itu, terkait rencana evakuasi warga Gaza itu, Prabowo mengatakan Indonesia siap menampung sekitar 1.000 warga Gaza, Palestina untuk gelombang pertama. Terutama mereka yang luka-luka, trauma, dan anak-anak yatim piatu.
“Kami siap akan kirim pesawat-pesawat untuk angkut mereka. Kami perkirakan jumlahnya 1.000 untuk gelombang pertama,” katanya.
Namun, Kepala Negara menekankan rencana itu hanya akan berjalan setelah mendapatkan lampu hijau dari otoritas terkait dan memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan. Selain itu, Prabowo menekankan, keberadaan warga Gaza di Indonesia hanya sementara hingga pulih dan sehat kembali.
“Syaratnya adalah semua pihak harus menyetujui hal ini. Kedua, mereka di sini hanya sementara sampai pulih kembali, dan pada saat pulih dan sehat kembali, kondisi Gaza sudah memungkinkan, mereka harus kembali ke daerah mereka berasal. Saya kira itu sikap Pemerintah Indonesia. Untuk itu, saya harus konsultasi kepada pemimpin daerah tersebut,” kata Prabowo.

