Prabowo Telah Minta Waktu Bertemu Trump
JAKARTA, investortrust.id - Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan telah meminta waktu untuk bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Pertemuan ini salah satunya untuk membahas kebijakan tarif resiprokal AS sebesar 32% yang terhadap Indonesia yang diumumkan Trump beberapa waktu lalu.
"Saya sudah minta waktu, mudah-mudahan," kata Prabowo seusai menghadiri Antalya Diplomacy Forum (ADF) 2025 di Gedung Nest Convention Center, Turki, Jumat (11/4/2025).
Baca Juga
Tiba di Kairo, Presiden Prabowo Akan Bertemu Presiden El Sisi
Dalam kesempatan ini, Prabowo menekankan netralitas Indonesia dalam menyikapi perang dagang AS dan China. Prabowo menyatakan Indonesia menganggap China dan AS sebagai teman baik. Untuk itu, Indonesia ingin menjadi jembatan dalam mencari solusi persoalan tersebut.
"Tidak, tidak (Indonesia tidak akan memihak). Kami menghormati semua negara. Kami menganggap China sebagai teman baik. Kami juga menganggap AS sebagai teman baik. Kami ingin menjadi jembatan," katanya.
Untuk itu, Prabowo menekankan Indonesia tidak akan memutuskan hubungan kerja sama dengan China. Indonesia berharap AS dan China dapat mencapai kesepakatan.
"Saya berharap pada akhirnya mereka akan mencapai kesepakatan. Saya harap," katanya.
Trump diketahui telah mengumumkan tarif timbal balik yang sedianya berlaku pada 9 April 2025 ditunda selama 90 hari bagi 75 mitra dagang, termasuk Indonesia.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengungkapkan pemerintah Indonesia telah sejak lama mengajukan permintaan resmi agar Presiden Prabowo dapat bertemu dengan Presiden Trump.
Menurut Sugiono, surat permintaan pertemuan itu sudah dikirim bahkan sejak awal masa jabatan Trump, jauh sebelum pengumuman kebijakan tarif impor terbaru dari AS.
“Kita sudah melayangkan permintaan pertemuan dengan Presiden Trump jauh sebelum kebijakan tarif diberlakukan,” ujarnya, melansir siaran Sekretariat Presiden.
Baca Juga
Sugiono menambahkan, permintaan itu diajukan dalam rangka memperkuat hubungan bilateral kedua negara. Saat ini, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) masih menunggu konfirmasi waktu pasti pertemuan dua pemimpin tersebut.
Video: Courtesy of Youtube Sekretariat Presiden

