Indonesia dan Turkiye Siap Tingkatkan Kerja Sama di Industri Pertahanan
ANKARA, Investortrust.id - Indonesia dan Turkiye akan memperkuat kerja sama di sektor industri pertahanan, energi, konstruksi, kesehatan, dan pertanian dengan fokus utama pada industri pertahanan, dalam upaya mencapai target volume perdagangan sebesar US$ 10 miliar.
Kunjungan Presiden Recep Tayyip Erdogan ke Indonesia pada bulan Februari dan kunjungan balasan Presiden Prabowo Subianto ke Turkiye pada hari Kamis (10/4/2025) telah membuka pintu kerja sama baru. Para pelaku bisnis dari kedua negara yang kembali bertemu selama kunjungan Prabowo menegaskan tekad mereka untuk melanjutkan arah kerja sama yang telah digariskan oleh para presiden guna memperdalam hubungan lebih lanjut.
Ketua Dewan Bisnis Turkiye-Indonesia dari Dewan Hubungan Ekonomi Luar Negeri (DEIK), Nuri Dogan Karadeniz, mengatakan kepada Anadolu bahwa hubungan dagang dengan Indonesia sedang menuju angka US$ 3 miliar. Angka ini berpotensi meningkat hingga US$ 10 miliar.
“Kita bisa katakan bahwa Indonesia hampir menjadi lokomotif dari negara-negara ASEAN. Mengingat kedekatannya dengan negara seperti China, Malaysia, Singapura, dan Filipina, Indonesia adalah seperti kapal induk bagi kami,” ujarnya dikutip Anadolu, Jumat (11/4/2025).
Menyinggung kunjungan Presiden Erdogan ke Indonesia awal tahun ini, Karadeniz mengatakan bahwa pihaknya mulai memperoleh hasil yang baik dari pertemuan dengan perwakilan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.
Baca Juga
Karadeniz menyebutkan bahwa industri pertahanan adalah "permata mahkota" dari sektor industri Turkiye.
“Karena presiden baru Indonesia sebelumnya menjabat sebagai menteri pertahanan, perjanjian kerja sama pertahanan dengan Turkiye mulai tumbuh lima tahun terakhir dan kini sedang berkembang pesat. Selain itu, potensi pengetahuan dan peralatan Turkiye di bidang pertanian dan manajemen perhotelan juga merupakan area kerja sama yang menjanjikan. Kontraktor kami juga terlibat dalam proyek relokasi ibu kota Indonesia,” katanya.
“Di sisi lain, Indonesia adalah produsen dan importir energi yang serius. Oleh karena itu, ada kebutuhan besar perihal kehadiran pelaku bisnis Turkiye di negara yang dinamis ini, terutama dalam energi terbarukan dan berkelanjutan. Secara umum, kami mengharapkan perkembangan yang sangat signifikan sepanjang sisa tahun ini, serta tahun 2026 dan 2027—bahkan melebihi ekspektasi kami saat ini,” imbuhnya.
Karadeniz mengatakan bahwa Indonesia merasa puas dengan capaian industri pertahanan Turkiye, serta fakta bahwa Jakarta adalah mitra yang dapat diandalkan.
“Teknologi persenjataan yang dibeli untuk jangka panjang di industri pertahanan harus berasal dari negara yang tepercaya. Kepercayaan dari pemasok sangat penting untuk pemenuhan kebutuhan jangka panjang seperti pemeliharaan, perbaikan, dan pasokan amunisi,” jelasnya.
“Türkiye dan Indonesia telah melampaui batas kepercayaan ini secara positif. Indonesia membutuhkan 100 unit senjata baru di kelautan, mulai dari robot bawah air hingga fregat. Perusahaan kami diTurkiyetelah menerima tawaran luar biasa. Selain itu, perusahaan pertahanan Turkiye seperti ASELSAN, HAVELSAN, dan FNSS memberikan kepercayaan tinggi dengan produk kendaraan darat dan laut, drone, lingkungan digital, dan perangkat lunak. Perdagangan akan mencapai volume yang sangat besar, khususnya di sektor pertahanan dan energi.”
Baca Juga
Kadin Targetkan Perdagangan Indonesia-Turkiye Capai US$ 10 Miliar
Sementara itu Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Anindya Novian Bakrie, mengatakan bahwa volume perdagangan antara Indonesia dan Turkiye saat ini belum cukup besar dan perlu ditingkatkan.
“Industri pertahanan bisa menjadi titik awal yang baik. Karena industri pertahanan Turkiye adalah salah satu yang terbaik di dunia, maka hal yang tepat adalah meningkatkan volume perdagangan di sektor pertahanan,” katanya.
“Sektor konstruksi juga merupakan salah satu bidang di mana kita bisa bekerja sama. Kedua negara bisa menjalin kerja sama di bidang energi, kesehatan, digital, dan banyak sektor lainnya. Industri pertahanan adalah kekuatan Turkiye. Indonesia juga sedang memperkuat sektor pertahanannya. Saya pikir kedua negara bisa bekerja sama dengan sangat baik.”
Anindya mengatakan bahwa Indonesia mengekspor minyak sawit, baja, dan banyak produk lainnya serta ingin meningkatkan ekspor ke Turkiye. Ia juga mengundang perusahaan Turkiye untuk berinvestasi di Indonesia.
Menekankan pentingnya sektor kesehatan di Indonesia, Anindya mengatakan ada banyak peralatan yang bisa Indonesia beli dari Turkiye, dan ini akan meningkatkan perdagangan.

