Pasar Asia Pasifik Menguat, Nikkei Jepang Melonjak di Atas 8%
TOKYO, investortrust.id - Pasar Asia-Pasifik menguat pada Kamis (10/4/2025), setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan penangguhan tarif ‘resiprokal’ selama 90 hari terhadap sejumlah negara, kecuali China.
Baca Juga
Trump Tunda 90 Hari Pemberlakuan Tarif Baru, Ancam Tarif 125% untuk China
Pasar Jepang memimpin kenaikan di kawasan Asia Pasifik. Dikutip dari CNBC, indeks acuan Nikkei 225 menguat 8,11%, sementara indeks Topix yang lebih luas menguat 7,03%.
Indeks Kospi Korea Selatan melonjak 5,06%, sementara indeks Kosdaq berkapitalisasi kecil menguat 4,85%.
S&P/ASX 200 Australia menguat 5,09% pada perdagangan awal.
Investor akan terus mencermati saham China, karena AS menaikkan bea masuk impor dari China Daratan menjadi 125% setelah Beijing mengumumkan rencana untuk membalas dengan bea masuk sebesar 84% terhadap barang-barang Amerika.
Indeks saham China CSI 300 dibuka menguat 1.69%, sedangkan indeks Hang Seng Hong Kong melaju 2.62%.
Kontrak berjangka untuk indeks S&P/ASX 200 di Australia menunjukkan lonjakan sebesar 7% saat pembukaan menuju angka 7.895, dibandingkan dengan penutupan terakhir di angka 7.375. Ini akan menjadi kenaikan terbesar sejak Maret 2020.
Futures di AS naik setelah janji Trump untuk menangguhkan tarif pada beberapa mitra dagang selama 90 hari memicu lonjakan besar di Wall Street.
Baca Juga
Wall Street Meroket Setelah Trump Tunda Tarif Baru, Dow Jones Terbang Lebih dari 2.900 Poin
Pada sesi perdagangan di AS, indeks S&P 500 melonjak sebesar 9,52% sehingga ditutup pada angka 5.456,90, mencatat kenaikan harian terbesar sejak 2008. Hal ini juga merupakan kenaikan terbesar ketiga dalam sejarah pasca-Perang Dunia II.
Sementara itu, Dow Jones Industrial Average naik 2.962,86 poin, atau 7,87%, sehingga ditutup pada angka 40.608,45, mencatat kenaikan persentase terbesar sejak Maret 2020. Indeks Nasdaq Composite melonjak sebesar 12,16% hingga berakhir pada angka 17.124,97, mencatat lonjakan harian terbesar sejak Januari 2001 dan hari terbaik kedua sepanjang sejarah.

