Pasar Asia-Pasifik Bervariasi, Indeks Nikkei 225 Jepang Anjlok
JAKARTA, investortrust.id - Pasar Asia-Pasifik bervariasi pada Senin (06/1/2025) ketika investor menganalisis data aktivitas bisnis dari beberapa ekonomi utama di kawasan tersebut.
Dikutip dari CNBC, indeks manajer pembelian (PMI) sektor jasa Caixin Tiongkok dari S&P Global naik menjadi 52,2 pada bulan Desember, menandai ekspansi tercepat sektor jasa sejak Mei 2024. Bank sentral Tiongkok mengatakan pada akhir pekan bahwa mereka akan menerapkan kebijakan moneter "cukup longgar" pada 2025 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Secara terpisah, PMI Hong Kong menurun pada bulan Desember dibandingkan bulan sebelumnya. Angka PMI untuk India bulan Desember juga akan dirilis pada Senin.
Indeks Hang Seng Hong Kong dibuka lebih tinggi setelah pembacaan PMI, sebelum turun 0,2%, sementara CSI 300 di Tiongkok daratan juga melemah 0,19%.
Indeks acuan Nikkei 225 Jepang turun 1,12%, memimpin penurunan di Asia, sementara indeks luas Topix merosot 0,82%.
Baca Juga
Krisis Politik Korsel Memburuk, Kepala Keamanan Presiden Menentang Upaya Penangkapan Yoon
Kospi Korea Selatan naik 1,47%, sementara Kosdaq yang berfokus pada perusahaan kecil menguat 1,08%. Ketidakpastian politik masih menyelimuti negara tersebut, dengan laporan bahwa kepala layanan keamanan presiden Korea Selatan menyatakan pada akhir pekan ia tidak dapat mematuhi upaya untuk menangkap presiden yang telah dimakzulkan, Yoon Suk Yeol.
Upaya untuk menangkap Yoon atas tuduhan pemberontakan pada Jumat lalu gagal setelah penyidik terlibat kebuntuan dengan pejabat keamanan presiden.
Di Australia, indeks S&P/ASX 200 memangkas kenaikan untuk diperdagangkan sedikit di atas garis datar.
Pada Jumat di AS, Nasdaq Composite dan S&P 500 mengakhiri penurunan lima hari mereka setelah saham teknologi menguat.
Baca Juga
Wall Street Rebound Ditopang Saham Teknologi, Dow Jones Melambung di Atas 300 Poin
Indeks S&P 500 yang luas ditutup naik 1,26%, sementara Nasdaq Composite naik 1,77% menjadi 19.621,68. Dow Jones Industrial Average meningkat 0,8%.

