Imbal Hasil USTreasury Anjlok, Pasar Tunggu Rincian Tarif AS
NEW YORK, investortrust.id - Imbal hasil USTreasury merosot pada Selasa (01/04/2025). Investor mencerna beberapa data ekonomi yang lemah, sambil menunggu detail kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump.
Baca Juga
Yield USTreasury Naik di Tengah Meningkatnya Kekhawatiran Resesi Ekonomi AS
Imbal hasil Treasury 10 tahun turun 7,8 basis poin menjadi 4,167%. Sementara itu, imbal hasil Treasury 2 tahun turun 4,1 basis poin menjadi 3,871%.
Para trader dengan penuh perhatian menunggu kejelasan lebih lanjut pada hari Rabu, ketika banyak dari tarif timbal balik Trump mulai berlaku.
Investor berharap bahwa setelah tarif diterapkan, beberapa ketidakpastian seputar kebijakan perdagangan AS dapat mereda. Namun, langkah-langkah tersebut bisa lebih luas dari yang diantisipasi. Presiden Donald Trump mengatakan minggu ini bahwa tarif timbal balik AS akan berlaku untuk hampir semua negara.
“Beberapa orang di Wall Street sudah berbicara tentang kemungkinan ‘2 April’ menjadi lebih ringan dari yang dikhawatirkan, yang dapat memicu reli mendadak pada aset berisiko. Tetapi yang lain khawatir bahwa ekonomi ini tidak dapat menangani tekanan sebesar ini dan menunjuk pada rumah tangga yang semakin tidak mampu mempertahankan pola pengeluaran mereka di tengah tekanan yang meningkat,” tulis José Torres, ekonom senior di Interactive Brokers, dalam sebuah catatan, seperti dikutip CNBC.
Baca Juga
Survei CNBC Fed: Pertumbuhan Ekonomi AS Melambat, Kekhawatiran Resesi Meningkat
Para trader menerima beberapa berita ekonomi yang kurang baik pada hari Selasa, yang mendorong imbal hasil lebih rendah. Indeks manufaktur ISM untuk Maret berada di angka 49, sedikit di bawah perkiraan 49,5 dari para ekonom yang disurvei oleh Dow Jones. Data pembukaan lapangan kerja untuk Februari juga meleset dari perkiraan, menurut Biro Statistik Tenaga Kerja. Kedua laporan tersebut menambah kekhawatiran yang terus berlanjut bahwa ekonomi AS bisa melambat secara signifikan.

