Wall Street Melejit di Tengah Optimisme Pelonggaran Tarif Trump, Dow Loncat Hampir 600 Poin
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham AS melonjak pada Senin waktu AS atau Selasa (25/03/2025) di tengah optimisme bahwa Presiden Donald Trump mungkin menunda penerapan beberapa rencana tarifnya, sehingga AS dapat menghindari perlambatan ekonomi akibat perang dagang yang berkepanjangan.
Baca Juga
Survei CNBC Fed: Pertumbuhan Ekonomi AS Melambat, Kekhawatiran Resesi Meningkat
Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 597,97 poin, atau 1,42%, berakhir di 42.583,32. S&P 500 naik 1,76% dan ditutup pada 5.767,57, sementara Nasdaq Composite, yang didominasi saham teknologi, naik 2,27% menjadi 18.188,59.
Saham Tesla, yang telah turun selama sembilan minggu berturut-turut, naik hampir 12%, menambah kenaikan yang sudah diperoleh pada hari Jumat. Meta Platforms dan Nvidia masing-masing naik lebih dari 3%.
Investor tetap waspada terhadap potensi kenaikan inflasi dan ancaman resesi menjelang tanggal 2 April, saat Trump dijadwalkan mulai menerapkan tarif timbal balik. Namun, optimisme meningkat setelah Bloomberg News dan The Wall Street Journal melaporkan bahwa tarif yang akan diberlakukan mungkin lebih terbatas dalam cakupannya dan bahwa tarif sektoral tertentu kemungkinan akan ditunda.
Trump mengatakan pada Senin sore bahwa ia mungkin akan memberikan “banyak negara” pengecualian dari tarif timbal balik. Ia juga mengatakan kepada pers setelah pertemuan kabinet bahwa tarif untuk sektor seperti farmasi dan otomotif masih akan diterapkan dalam “waktu dekat,” yang pada dasarnya mengonfirmasi bahwa tarif tersebut tidak akan menjadi bagian dari kebijakan yang diterapkan awal April.
"Kondisi pasar membaik secara dramatis karena kekhawatiran terhadap tarif timbal balik sedikit mereda. Dari perspektif risiko, eskalasi atau pembalasan selalu menjadi perhatian, tetapi jika pemerintah menerapkan strategi yang lebih terarah dan taktis dalam penerapan tarif, risiko perang dagang besar-besaran dapat dikurangi. Kami melihat ini sebagai potensi dorongan bagi pertumbuhan ekonomi AS jika tarif timbal balik diterapkan dalam bentuk yang lebih ringan." urai Charlie Ripley, ahli strategi investasi senior di Allianz Investment Management, seperti dikutip CNBC.
Dalam beberapa pekan terakhir, kekhawatiran terhadap resesi meningkat akibat melemahnya data sentimen konsumen. Saham-saham turun tajam sejak akhir Februari, dengan S&P 500 sempat memasuki wilayah koreksi.
Baca Juga
Trump Sebut Akan Ada ‘Fleksibilitas’ dalam Penerapan Tarif Timbal Balik AS
Trump pada hari Jumat mengatakan kepada wartawan bahwa ada kemungkinan “fleksibilitas” dalam rencana tarif timbal baliknya, yang membantu mendorong indeks utama ke zona hijau dan memungkinkan S&P 500 menghindari minggu kelima berturut-turut mengalami kerugian.

