Trump Sebut Akan Ada ‘Fleksibilitas’ dalam Penerapan Tarif Timbal Balik AS
WASHINGTON, investortrust.id - Presiden Donald Trump mengatakan akan ada "fleksibilitas" dalam rencana tarif timbal baliknya, meskipun dia tampak menentang gagasan memberikan pengecualian untuk tarif yang akan datang.
Baca Juga
Perang Dagang Memanas, Trump Tandatangani Rencana Tarif Resiprokal Besar-Besaran
"Orang-orang datang kepada saya dan berbicara tentang tarif, dan banyak dari mereka bertanya apakah mereka bisa mendapatkan pengecualian," kata Trump kepada wartawan di Ruang Oval, dikutip dari CNBC, Sabtu (22/03/2025).
"Dan begitu Anda melakukan itu untuk satu pihak, Anda harus melakukannya untuk semua," tambahnya.
Trump, yang dikenal sebagai pendukung tarif, juga menegaskan bahwa dia tidak mengubah pendiriannya ketika memberikan pengecualian satu bulan kepada produsen mobil utama atas putaran sebelumnya dari tarif impor pada awal Maret.
"Saya tidak berubah. Tetapi kata fleksibilitas adalah kata yang penting. Terkadang itu berarti fleksibilitas. Jadi akan ada fleksibilitas, tetapi pada dasarnya ini timbal balik," kilahnya.
Trump telah mempromosikan tanggal 2 April sebagai hari dimulainya tarif timbal balik (resiprokal), yang disebutnya sebagai "hari pembebasan" Amerika.
Trump dan pejabatnya mengatakan rencana tersebut akan menetapkan tarif untuk semua negara yang mengenakan tarif terhadap barang-barang AS. Negara-negara dengan kebijakan perdagangan non-tarif lain yang ditentang oleh pemerintahan Trump, seperti pajak pertambahan nilai (PPN), juga dapat dikenakan tarif baru.
Baca Juga
Trump juga mengatakan pada hari Jumat bahwa dia berencana untuk berbicara dengan Presiden China Xi Jinping. Beijing telah menerapkan tarif balasan terhadap produk pertanian AS sebagai respons atas tarif luas yang diberlakukan Trump terhadap impor China.
Sejak kembali menduduki Gedung Putih, Trump telah mengeluarkan serangkaian pengumuman tarif yang meningkatkan ketidakpastian investor dan menimbulkan kekhawatiran akan perang dagang besar.

