Rilis Model AI Canggih, Saham Alibaba Melonjak 8%
HONGKONG, investortrust.id - Alibaba Group resmi merilis model kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) terbaru, yang diklaim mampu bersaing dengan DeepSeek R1. Pengumuman ini mendorong saham Alibaba yang terdaftar di Hong Kong melonjak lebih dari 8%, pada Kamis (06/03/2025).
Dilansir dari Reuters, Jumat (07/03/2025), unit AI Alibaba menyebut model terbarunya, QwQ-32B, memiliki 32 miliar parameter dan mampu menyaingi performa DeepSeek R1 yang memiliki 671 miliar parameter. Meski memiliki jumlah parameter yang jauh lebih kecil, Alibaba mengklaim model AI mereka tetap bisa memberikan performa setara dalam berbagai tugas.
Sementara itu, harga saham-saham teknologi Amerika Serikat berguguran Kamis waktu setempat. "Indeks utama bursa AS ditutup melemah pada Kamis waktu setempat," kata pengamat pasar modal Reza Priyambada di Jakarta, Jumat (07/03/2025) pagi.
Indeks Nasdaq tercatat anjlok dalam lebih dari 2% pada penutupan Kamis (06/03/2025) waktu AS. Berdasarkan catatan Google, Nasdaq Composite ambrol 483,48 poin atau 18.069,26.
Baca Juga
Nasdaq composite didominasi saham-saham raksasa teknologi AS yang diperdagangkan di bursa National Association of Securities Dealers Automated Quotations atau Nasdaq. Ini termasuk perusahaan-perusahaan papan atas dunia seperti Apple, Microsoft, Amazon, dan Google.
6G dan Dukungan Pemerintah Cina
Perlombaan dalam pengembangan AI semakin ketat, terutama setelah pemerintah China, pada sehari sebelumnya berjanji untuk meningkatkan dukungan bagi industri strategis. Ini termasuk kecerdasan buatan, robot humanoid, dan teknologi telekomunikasi 6G.
Model AI terbaru Alibaba ini tersedia melalui layanan chatbot Qwen Chat, di mana pengguna dapat memilih berbagai model Qwen. Ini termasuk Qwen2.5-Max, yang merupakan model bahasa paling canggih dalam seri Qwen.
Alibaba menambahkan bahwa QwQ-32B telah diuji dalam berbagai tolok ukur dan menunjukkan kemampuan unggul dalam penalaran matematika, pemrograman, serta penyelesaian masalah umum. Model ini diklaim memiliki performa mendekati model teratas seperti OpenAI o1 mini dan DeepSeek R1.
DeepSeek sendiri telah menjadi simbol kemajuan AI Cina. DeepSeek menawarkan model berkualitas tinggi yang dapat menyaingi OpenAI, dengan biaya lebih rendah dan daya komputasi lebih kecil.
Selain Alibaba, perhatian juga tertuju pada perilisan agen AI bernama Manus oleh startup China, Monica. Startup ini mengklaim bahwa Manus mampu mengungguli model Deep Research milik OpenAI dalam persaingan asisten AI.
Agen AI seperti Manus merupakan versi chatbot yang lebih canggih. Menurut situs resminya, Manus dapat membantu pengguna dalam berbagai tugas, seperti merencanakan perjalanan ke Jepang atau menganalisis perbandingan polis asuransi.
Baca Juga
Cerna Potensi Keringanan Tarif Trump, Yield USTreasury 10 Tahun Naik
Sayangnya, saat ini akses ke Manus masih terbatas melalui sistem undangan. Namun, video demonstrasi yang dirilis oleh Monica di X pada Rabu (05/03/2025) telah menarik lebih dari 280.000 penayangan pada Kamis, dengan banyak pengguna yang meminta akses ke layanan tersebut.
Dengan perkembangan pesat dalam industri AI, Cina terus menunjukkan keunggulannya dalam inovasi teknologi. Hal ini sekaligus menantang dominasi pemain global yang banyak didominasi oleh perusahaan teknologi AS. (C-13)

