Harga Emas Melonjak Lebih dari 1%, Ini Faktor Pendorongnya
NEW YORK, investortrust.id - Harga emas naik pada Selasa (18/02/2025) karena kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi AS. Ketidakpastian rencana tarif Presiden AS Donald Trump juga mendorong aliran investasi ke aset safe-haven.
Harga emas spot naik 1,2% menjadi $2.931,10 per ons setelah mencapai rekor tertinggi $2.942,70 pekan lalu.
Baca Juga
Kontrak berjangka emas AS naik 1,7% menjadi $2.950,60.
"Kami melihat meningkatnya permintaan safe-haven akibat ketidakstabilan pemerintahan Trump, ditambah dengan tren teknikal yang bullish," kata Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals, seperti dikutip CNBC.
Sejak menjabat bulan lalu, Trump dengan cepat mengubah lanskap perdagangan global dengan serangkaian tarif, sementara rencana tarif timbal balik yang luas sedang disiapkan, yang ditujukan pada negara-negara yang mengenakan pajak terhadap produk AS.
"Pembelian oleh bank sentral juga seharusnya terus memberikan dukungan," tulis analis Commerzbank dalam sebuah catatan.
Fokus pasar kini beralih ke risalah pertemuan Januari Federal Reserve AS yang akan dirilis Rabu untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga.
Baca Juga
"Jika ekonomi mulai melambat karena tarif perdagangan dan faktor lainnya, maka kita bisa melihat suku bunga lebih rendah," kata Wyckoff.
Aset safe-haven seperti emas mendapat manfaat dari ketidakpastian geopolitik dan ekonomi serta cenderung menguat dalam lingkungan suku bunga rendah karena tidak memberikan imbal hasil.
"Meskipun tren kenaikan tetap berlaku, risiko koreksi lebih dalam tidak bisa diabaikan pada level tinggi ini. Agar emas mencapai rekor baru, mungkin diperlukan eskalasi risiko geopolitik, terutama terkait Ukraina," urai Fawad Razaqzada, analis pasar di City Index dan FOREX.com.
Harga perak spot turun 0,2% menjadi $32,74 per ons. Platinum naik 0,9% menjadi $984,55, sementara paladium naik 2% menjadi $981,61.

